Lumajang, Satu Detik – Balai pertemuan warga di empat relokasi penyintas erupsi Gunung Semeru, Bumi Semeru Damai, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang ambruk, Rabu (12/2/2025) sore.
Warga di sana menyebut, sebelum ambruk, kondisi bangunan yang ada di Blok M, tersebut sudah cukup memprihatinkan.
Yudi, warga sekitar menyampaikan, jika bangunan itu masih belum lama berdiri. Belum genap 2 tahun selesai dibangun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, balai pertemuan itu sudah tidak lagi ditempati lantaran kondisinya mengkhawatirkan. Sampai-sampai orang yang hendak berteduh saja tidak berani.
“Sebelumnya ambruk, kondisinya miring ke utara, disapu angin langsung ambruk. Untung, tidak ada korban,” kata Yudi kepada media
Bangunan seluas sekitar 10 meter persegi dengan 12 tiangnya, hanya dipasang dengan cara ditempel begitu saja.
Diduga kayu kuda-kuda yang dipasang kurang pas, sehingga kurang kuat menopang beban, hingga membuat penyangganya miring dan tiba tiba roboh.
“Apakah garapane kurang bagus atau gimana, saya kurang faham, yang pasti bangunan ini urung 2 tahun,” jelasnya.
Terpisah Muhammad menambahkan informasinya bangunan yang ambruk itu digarap oleh tukang dari Jawa Tengah.
Proses pembangunannya bersamaan dengan pendirian masjid, kantor Fatayat NU dan PAUD.
“Informasinya yang membangun dari PGRI semua ini, untuk masjid diserahkan bulan puasa kemarin oleh PGRI Jawa Timur,” ungkapnya
Saat ditanya siapa pemborongnya dan berapa anggarannya Muhammad mengaku tidak tahu.
“Saya gak paham, langsung saja tanyakan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) dan Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang biar jelas,” pungkasnya.
Salah satu petugas dari DPKP Lumajang menyebut jika yang bangun semua itu adalah Abdul Halim yang kini menjadi anggota dewan. (rian)
Penulis : rian/budi
Editor : Mujibul Choir

















