Menteri Pertanian Tinjau Kebun Tebu di Jatiroto Lumajang, Dorong Swasembada Gula 4 Tahun ke Depan

- Penulis Berita

Tuesday, 10 June 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri pertanian saat kunjungan kerja di kebun Lumajang Raya

Menteri pertanian saat kunjungan kerja di kebun Lumajang Raya

Lumajang, Satu Detik – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Andi Amran Sulaiman, meninjau kebun tebu varietas P240T di kawasan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (10/6/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional dan memperkuat ketahanan energi.

Dalam agenda tersebut, Amran didampingi Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Pelaksana Tugas Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati Lumajang, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan diawali dengan pemaparan roadmap pengembangan kebun tebu berbasis teknologi dan prinsip keberlanjutan oleh Direktur Utama PT SGN. Program ini menargetkan tercapainya swasembada gula dalam waktu empat tahun mendatang.

“Tinjauan yang kami lakukan hari ini untuk melihat langsung potensi tebu sebagai sumber pangan strategis, dengan target swasembada paling lambat dalam empat tahun ke depan,” ujar Amran dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan, khususnya gula, tidak bisa dicapai secara individual. Diperlukan kerja sama lintas sektor untuk mencapainya.

“Ini tidak bisa kita capai sendiri. Kita harus bergandengan tangan untuk meraih tujuan bersama, yakni swasembada pangan, salah satunya melalui komoditas tebu,” katanya.

Amran juga menyinggung pentingnya produktivitas lahan dan berharap dengan kolaborasi yang solid, produksi gula per hektare dapat kembali menyamai masa kejayaan pada era kolonial.

“Kolaborasi yang kuat saya harapkan bisa mendorong produktivitas hingga 14 ton gula per hektare, seperti saat dikelola oleh Belanda,” ujarnya.

Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor tebu sebagai pilar ketahanan pangan dan energi nasional. Selain itu, pengembangan tebu juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan menciptakan nilai tambah di wilayah pedesaan. (Hari)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Bupati Lumajang Geram LPG 3 Kg Langka Tiga Pekan, Harga Tembus Rp35.000
Dandim Lumajang Instruksikan Respons Cepat Temuan Distribusi LPG 3 Kg
Wabup Lumajang Tekankan Percepatan Perbaikan Distribusi LPG 3 Kg
Ketua DPRD Lumajang Tekankan Penanganan Menyeluruh Distribusi LPG 3 Kg
Masyarakat Tak Perlu Panik, Pertamina Tambah 18 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Lumajang
Pemkab Lumajang Perkuat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Libatkan Wilayah dan Masyarakat
Pemkab Lumajang Wajibkan Pengecer LPG 3 Kg Miliki NIB
Pemkab Lumajang Batasi Penggunaan LPG 3 Kg Bersubsidi untuk Jaga Ketepatan Sasaran

Berita Terkait

Thursday, 9 April 2026 - 21:43 WIB

Bupati Lumajang Geram LPG 3 Kg Langka Tiga Pekan, Harga Tembus Rp35.000

Thursday, 9 April 2026 - 21:37 WIB

Dandim Lumajang Instruksikan Respons Cepat Temuan Distribusi LPG 3 Kg

Thursday, 9 April 2026 - 21:30 WIB

Wabup Lumajang Tekankan Percepatan Perbaikan Distribusi LPG 3 Kg

Thursday, 9 April 2026 - 21:26 WIB

Ketua DPRD Lumajang Tekankan Penanganan Menyeluruh Distribusi LPG 3 Kg

Wednesday, 8 April 2026 - 20:16 WIB

Masyarakat Tak Perlu Panik, Pertamina Tambah 18 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Lumajang

Wednesday, 8 April 2026 - 18:36 WIB

Pemkab Lumajang Wajibkan Pengecer LPG 3 Kg Miliki NIB

Wednesday, 8 April 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Lumajang Batasi Penggunaan LPG 3 Kg Bersubsidi untuk Jaga Ketepatan Sasaran

Wednesday, 8 April 2026 - 15:11 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang Meluas, Warga Desa Hingga Kota Mengeluh Berharap Pemerintah Bertindak

Berita Terbaru