Pasca Kunjungan Menteri Amran, Kios Pupuk di Lumajang Ditutup karena Jual di Atas HET

- Penulis Berita

Wednesday, 11 June 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang mendapingi Menteri Pertanian dalam kunjungan kerja di Kebun Lumajang Raya  PG Jatiroto

Bupati Lumajang mendapingi Menteri Pertanian dalam kunjungan kerja di Kebun Lumajang Raya PG Jatiroto

Lumajang, Satu Detik – PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi memutus kerja sama dengan Kios Berkah Abadi di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, setelah ditemukan pelanggaran penjualan pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

Pupuk jenis NPK yang seharusnya dijual seharga Rp115.000 per sak dijual Rp150.000 oleh kios tersebut. Temuan ini mencuat setelah Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman mendapat laporan saat melakukan kunjungan kerja ke kebun tebu di Jatiroto, Lumajang.

“Begitu mendapat laporan, Bapak Menteri langsung memerintahkan untuk mencabut izin kios nakal,” kata Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia, Saroyo Utomo, Selasa (10/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saroyo menjelaskan, pemutusan kerja sama ini mengacu pada ketentuan dalam surat perjanjian jual-beli antara distributor dan kios. Sebagai tindak lanjut, sistem aplikasi i-Pubers yang digunakan kios tersebut untuk menebus pupuk subsidi telah dinonaktifkan.

Pupuk Indonesia memastikan penutupan kios Berkah Abadi tidak mengganggu distribusi pupuk kepada petani. Stok pupuk bersubsidi sebanyak delapan ton yang masih tersisa di kios tersebut akan dialihkan ke kios pengganti, yakni UD Madani, yang telah ditunjuk sebagai mitra baru.

“Penyaluran tetap berjalan karena sudah ada kios pengganti, dan pupuk yang tersisa akan segera dipindahkan,” kata Saroyo.

Ia juga mengingatkan seluruh kios mitra agar mematuhi ketentuan HET sesuai regulasi Kementerian Pertanian.

Untuk tahun 2025, HET pupuk bersubsidi ditetapkan sebagai berikut: Urea Rp2.250/kg, NPK Phonska Rp2.300/kg, NPK Kakao Rp3.300/kg, dan pupuk organik Rp800/kg.

“Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya tegas, mulai dari peringatan hingga penutupan seperti yang dilakukan hari ini,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan, Pupuk Indonesia terus menggencarkan edukasi kepada petani dan mitra kios, termasuk mewajibkan pemasangan daftar harga resmi di tempat penjualan.(Hari)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Bupati Lumajang Geram LPG 3 Kg Langka Tiga Pekan, Harga Tembus Rp35.000
Dandim Lumajang Instruksikan Respons Cepat Temuan Distribusi LPG 3 Kg
Wabup Lumajang Tekankan Percepatan Perbaikan Distribusi LPG 3 Kg
Ketua DPRD Lumajang Tekankan Penanganan Menyeluruh Distribusi LPG 3 Kg
Masyarakat Tak Perlu Panik, Pertamina Tambah 18 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Lumajang
Pemkab Lumajang Perkuat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Libatkan Wilayah dan Masyarakat
Pemkab Lumajang Wajibkan Pengecer LPG 3 Kg Miliki NIB
Pemkab Lumajang Batasi Penggunaan LPG 3 Kg Bersubsidi untuk Jaga Ketepatan Sasaran

Berita Terkait

Thursday, 9 April 2026 - 21:43 WIB

Bupati Lumajang Geram LPG 3 Kg Langka Tiga Pekan, Harga Tembus Rp35.000

Thursday, 9 April 2026 - 21:37 WIB

Dandim Lumajang Instruksikan Respons Cepat Temuan Distribusi LPG 3 Kg

Thursday, 9 April 2026 - 21:30 WIB

Wabup Lumajang Tekankan Percepatan Perbaikan Distribusi LPG 3 Kg

Thursday, 9 April 2026 - 21:26 WIB

Ketua DPRD Lumajang Tekankan Penanganan Menyeluruh Distribusi LPG 3 Kg

Wednesday, 8 April 2026 - 20:16 WIB

Masyarakat Tak Perlu Panik, Pertamina Tambah 18 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Lumajang

Wednesday, 8 April 2026 - 18:36 WIB

Pemkab Lumajang Wajibkan Pengecer LPG 3 Kg Miliki NIB

Wednesday, 8 April 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Lumajang Batasi Penggunaan LPG 3 Kg Bersubsidi untuk Jaga Ketepatan Sasaran

Wednesday, 8 April 2026 - 15:11 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang Meluas, Warga Desa Hingga Kota Mengeluh Berharap Pemerintah Bertindak

Berita Terbaru