Puja Wali Krama di Pura MGSA Senduro Lumajang: Spiritualitas yang Menyatukan Pulau Jawa dan Bal

- Penulis Berita

Thursday, 10 July 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Umat Hindu saat bersembahyang di Pura Mandagiri Semeru Agung

Umat Hindu saat bersembahyang di Pura Mandagiri Semeru Agung

Lumajang, Satu Detik – Suara gamelan menggema lembut dari pelataran Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Kamis pagi (10/7/2025).

Di tengah embun yang belum sepenuhnya sirna, ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru Jawa dan Bali mulai memadati kawasan suci di kaki Gunung Semeru.

Mereka datang bukan hanya untuk bersembahyang, tapi juga menyatukan rasa, harap, dan doa dalam ritual sakral Puja Wali Krama Satunggil Warsa dan Tawur Manca Kelud.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara yang digelar setiap tahun ini menjadi momentum penting dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Ritual yang Menyatukan Lintas Generasi dan Pulau
Suasana terasa khidmat. Lelaki dan perempuan bersarung, udeng dan selendang terikat rapi, melangkah tenang menuju area utama.

Anak-anak pun diajak serta, menjadi simbol regenerasi spiritual dalam tradisi Hindu. Seorang ibu asal Banyuwangi bahkan membawa kedua anaknya untuk mengenalkan mereka pada akar budaya keluarga.

“Saya ingin anak-anak tumbuh dengan nilai luhur, tahu dari mana mereka berasal,” ucapnya lirih.

Puncak prosesi ditandai dengan Tawur Manca Kelud, ritual simbolik pemulihan harmoni antara unsur alam dan manusia. Mantra-mantra suci dilantunkan oleh para sulinggih (pendeta Hindu) dan pemangku adat, diiringi denting genta dan harum dupa yang tertiup angin Semeru.

Semangat Bhinneka Tunggal Ika di Kaki Mahameru
Upacara ini bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga sosial dan kultural.

Hadir langsung Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Yuda Adji Kusuma (Mas Yudha). Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pura MGSA adalah simbol toleransi dan kekayaan identitas Lumajang.

“Pura ini bukan hanya milik umat Hindu, tapi milik kita semua. Kami akan terus menjaga agar keberagaman menjadi kekuatan, bukan perpecahan,” tegasnya.

Tokoh penting dari Bali seperti mantan Wakil Gubernur Bali Cok Ace dan Bupati Karangasem I Gusti Putu Pawarta turut hadir. Mereka mengapresiasi peran Lumajang dalam menjaga warisan leluhur.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat merawat pura ini dengan cinta. Ini bukan sekadar pusat ibadah, tapi pusat kebudayaan yang hidup,” ujar Cok Ace.
Lebih dari Ibadah: Harmoni, Ekonomi, dan Pendidikan Batin

Pura MGSA dibangun sejak era 1990-an sebagai manifestasi mimpi panjang umat Hindu Lumajang. Kini, pura ini bukan hanya tempat pemujaan, tapi juga ruang dialog budaya dan spiritual antarwilayah. Kehadirannya mempererat hubungan Jawa-Bali serta memperkaya citra Lumajang sebagai rumah toleransi.

Di sisi lain, ribuan peziarah juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga lokal. Hotel, warung, dan pelaku UMKM merasakan peningkatan aktivitas.

“Ekonomi tumbuh, tapi spiritualitas tetap jadi inti. Ini bukan ajang komersialisasi, tapi perayaan jiwa,” kata salah satu pengelola warung setempat.

Ketika upacara ditutup dengan tabuhan gamelan dan iring-iringan tirtha (air suci), banyak umat memilih tetap tinggal. Mereka tidak hanya membawa bunga atau abu persembahan pulang, tetapi juga ketenangan batin.

Pura MGSA, yang berdiri kokoh di bawah bayang Gunung Semeru, kembali menegaskan bahwa spiritualitas bukan milik satu agama, tapi milik seluruh umat manusia. Di kaki Mahameru, harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta kembali dipatri dalam hening dan doa. (Hari)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang
Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang
Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung
Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata
Lantik 98 PNS, Bupati Lumajang Tekankan Transformasi Budaya Kerja ASN yang Berorientasi Pelayanan
TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang
Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 15:03 WIB

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang

Wednesday, 1 April 2026 - 14:52 WIB

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang

Monday, 30 March 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung

Monday, 30 March 2026 - 20:04 WIB

Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata

Saturday, 14 March 2026 - 04:03 WIB

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Saturday, 14 March 2026 - 03:41 WIB

Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang

Thursday, 26 February 2026 - 23:00 WIB

Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Thursday, 26 February 2026 - 04:23 WIB

Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Sekda Lumajang saat menyerahkan tali asih kepada PNS purna tugas

Uncategorized

Pemkab Lumajang Beri Penghargaan kepada 27 PNS Purna Tugas

Monday, 30 Mar 2026 - 20:00 WIB