Lumajang, Satu Detik – Dalam rangkaian program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu, Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, M.Si., bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, S.H., aktif mengunjungi sejumlah sekolah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi langsung dengan guru dan tenaga pendidik.
Namun, kehadiran mereka terkadang justru memicu kekhawatiran pihak sekolah. Guru-guru dan kepala sekolah kerap merasa terbebani, apalagi saat mendengar bahwa sepatu akan dibagikan sebagai ciri khas kunjungan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan, niat dari kunjungan itu adalah untuk menciptakan rasa nyaman di lingkungan sekolah, bukan malah membuat khawatir atau merepotkan pihak sekolah.
“Sekolah tidak perlu menyiapkan apa-apa, sepatu yang akan dibagikan itu dari saya dan mas wabup sebagai oleh-oleh. Saya tidak mau merepotkan sekolah atau tempat yang kita datangi,” ungkap Bunda Indah, Kamis (7/8/2025).
Bunda Indah juga menyentil budaya lama birokrasi yang menurutnya sudah tidak relevan. Ia ingin mengubah pola pikir dan budaya kerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) agar lebih melayani, bukan malah bersikap feodal kepada para guru.
“Saya ingin merubah Dinas Pendidikan jangan lagi feodal. Dindik, bukan kerajaan kecil di pemerintahan. Dulu, guru lebih takut dengan kepala dinas ketimbang bupatinya,” bebernya.
Menurutnya, Dinas Pendidikan harus menjadi mitra dan pelayan administrasi yang ramah bagi guru-guru. Sebab, hanya dengan lingkungan yang mendukung, para guru bisa tenang menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa.
Kebiasaan lama seperti menyiapkan amplop, suguhan, atau jamuan saat pejabat datang, juga diharapkan tidak terjadi lagi. Karena pola seperti itu tidak sesuai dengan semangat pelayanan publik yang bersih dan efisien. (budi)
Penulis : Budianto
Editor : MJ Choir

















