Bupati Lumajang Minta Hentikan Budaya Feodal di Sekolah

- Penulis Berita

Thursday, 7 August 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati dan Wabup saat foto bersama peserta didik SMP Negeri Senduro

Bupati dan Wabup saat foto bersama peserta didik SMP Negeri Senduro

Lumajang, Satu Detik – Dalam rangkaian program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu, Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, M.Si., bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, S.H., aktif mengunjungi sejumlah sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi langsung dengan guru dan tenaga pendidik.

Namun, kehadiran mereka terkadang justru memicu kekhawatiran pihak sekolah. Guru-guru dan kepala sekolah kerap merasa terbebani, apalagi saat mendengar bahwa sepatu akan dibagikan sebagai ciri khas kunjungan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan, niat dari kunjungan itu adalah untuk menciptakan rasa nyaman di lingkungan sekolah, bukan malah membuat khawatir atau merepotkan pihak sekolah.

“Sekolah tidak perlu menyiapkan apa-apa, sepatu yang akan dibagikan itu dari saya dan mas wabup sebagai oleh-oleh. Saya tidak mau merepotkan sekolah atau tempat yang kita datangi,” ungkap Bunda Indah, Kamis (7/8/2025).

Bunda Indah juga menyentil budaya lama birokrasi yang menurutnya sudah tidak relevan. Ia ingin mengubah pola pikir dan budaya kerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) agar lebih melayani, bukan malah bersikap feodal kepada para guru.

“Saya ingin merubah Dinas Pendidikan jangan lagi feodal. Dindik, bukan kerajaan kecil di pemerintahan. Dulu, guru lebih takut dengan kepala dinas ketimbang bupatinya,” bebernya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan harus menjadi mitra dan pelayan administrasi yang ramah bagi guru-guru. Sebab, hanya dengan lingkungan yang mendukung, para guru bisa tenang menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa.

Kebiasaan lama seperti menyiapkan amplop, suguhan, atau jamuan saat pejabat datang, juga diharapkan tidak terjadi lagi. Karena pola seperti itu tidak sesuai dengan semangat pelayanan publik yang bersih dan efisien. (budi)

Facebook Comments Box

Penulis : Budianto

Editor : MJ Choir

Berita Terkait

Belasan Aktivis PMII Aksi Bungkam di Depan Polres Lumajang
GPM Lumajang Salurkan Puluhan Ton Pangan, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga
DPRD Lumajang Soroti Kesiapan Pemerintah Hadapi Gempuran Teknologi dan AI
Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang
Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar

Berita Terkait

Thursday, 12 February 2026 - 21:02 WIB

Belasan Aktivis PMII Aksi Bungkam di Depan Polres Lumajang

Thursday, 12 February 2026 - 20:42 WIB

GPM Lumajang Salurkan Puluhan Ton Pangan, Tekan Harga dan Jaga Daya Beli Warga

Thursday, 12 February 2026 - 20:37 WIB

DPRD Lumajang Soroti Kesiapan Pemerintah Hadapi Gempuran Teknologi dan AI

Thursday, 12 February 2026 - 10:18 WIB

Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:28 WIB

Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar

Berita Terbaru

Belasan Aktivis PMII Lumajang saat aksi bungkam di depan Polres Lumajang

Daerah

Belasan Aktivis PMII Aksi Bungkam di Depan Polres Lumajang

Thursday, 12 Feb 2026 - 21:02 WIB