Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen mempercepat modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi drone.
Inovasi ini diharapkan menjadi akselerator transformasi dari pola tradisional menuju pertanian presisi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing.
Dalam kegiatan Setor Madu di Desa Sumbersuko, Kamis (28/8/2025), Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pihaknya akan mengupayakan bantuan drone pertanian secara masif dari Kementerian Pertanian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Petani kita harus naik kelas. Dengan drone, pekerjaan berat bisa dipermudah, biaya berkurang, waktu lebih efisien, dan hasil pertanian lebih terjaga. Ini masa depan pertanian Lumajang,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dilakukan demonstrasi penggunaan drone yang menunjukkan efisiensi signifikan. Penyemprotan pupuk di lahan seluas satu hektare hanya membutuhkan waktu 20–25 menit dengan biaya sekitar Rp250 ribu. Angka ini jauh lebih cepat dan murah dibandingkan metode manual yang bisa memakan waktu berhari-hari.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Hendra Suandaru, menyebut teknologi drone sebagai solusi atas keterbatasan tenaga kerja sekaligus ancaman hama.
“Kalau pemupukan manual butuh waktu lama, dengan drone bisa jauh lebih cepat dan merata. Ini membantu petani menghemat tenaga sekaligus meningkatkan hasil panen,” jelasnya.
Lumajang saat ini memiliki 32.331 hektare lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan menargetkan 91.534 hektare luas tanam padi. Potensi besar tersebut dinilai akan lebih optimal bila dikelola dengan teknologi modern, termasuk drone yang mampu memetakan lahan, memantau kesehatan tanaman, hingga menebar benih.
Selain meningkatkan produktivitas dan kualitas panen, adopsi teknologi juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian. Regenerasi petani dipandang penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Modernisasi pertanian dengan drone sejalan dengan agenda nasional menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi. Peningkatan produktivitas diyakini akan memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan dampak langsung pada ekonomi rumah tangga masyarakat.
Langkah Pemkab Lumajang menghadirkan drone pertanian bukan semata soal teknologi, tetapi juga wujud keberpihakan kepada petani. Dengan dukungan kebijakan, akses teknologi, dan pendampingan berkelanjutan, Lumajang meneguhkan diri sebagai daerah pelopor pertanian modern yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















