Lumajang, Satu Detik – Konsultan Kepariwisataan, Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, MSi, mengakui perkembangan batik tulis khas Lumajangan semakin bernilai.
Bukan hanya soal ragam hiasnya yang kaya. Tetapi juga tehnik pewarnaan yang telah berkembang, dengan mengandalkan pewarna alami.
“Saya melihat batik tulis di sini sudah memiliki value. Itu jadi modal dasar untuk mengembangkan batik khas Lumajangan,” ungkap Sri Endah, dosen Universitas Airlangga kemarin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedepan jika industri batik tulis di Kabupaten Lumajang berkembang pesat, tentu akan jadi sebuah destinasi wisata.
Sehingga pengrajin batik bisa membuat wisata edukasi untuk pelajar. Termasuk wisata belanja batik tulis. Karena batik pasti akan selalu diburu orang.
Lebih menarik lagi, batik tulis tidak sekedar dijual berupa lembaran kain. Melainkan diseragamkan jadi sepatu, tas, selendang dan produk lainnya.
Tak hanya berhenti di situ, batik tulis juga bisa dirubah menjadi destinasi wisata budaya. Sehingga masyarakat nanti akan belajar tebtang filosofi yang terkandung pada sebuah batik tulis.
Mereka juga bisa belajar cara mencanting yang baik, yang nantinya diberi oleh-oleh hasil karyanya. Hal itu akan semakin menarik minat wisatawan.
“Mereka selain bisa belajar juga mendapat karya batik, sekalipun itu berupa sapu tangan, selendang pasti senang,” jelasnya.
Ia menegaskan jika anggapan semua batik itu sama adalah salah besar. Sebab setiap karya batik tulis memiliki keunikannya masing-masing.
Ada cerita tersendiri di balik setiap goresan canting pengrajin batik. Karena itu merupakan bagian dari nilai sebuah batik.
“Makanya saya selalu bilang agar pengrajin batik tulis bisa bercerita tentang karyanya. Karena cerita itu bisa dijual untuk menambah nilai sebuah batik, ini yang perlu dilakukan. Seperti batik jaran kencak, historisnya bagaimana, itu harus diceritakan,” pungkasnya. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















