Lumajang, Satu Detik – Kabupaten Lumajang kembali mencatatkan karya budayanya dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2025.
Karya budaya kategori seni pertunjukan Dhangglung dan Tari Glipang Ruddat, serta ritual khusus (ritus) Pendam Kepala Sapi kini resmi ditetapkan jadi WBTB.
Kabid Kebudayaan dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Lumajang, Muhammad Suhudi, M.Pd, mengungkapkan, sebetulnya ada 4 obyek pemajuan kebudayaan (OPK) yang diajukan mulai akhir tahun 2024 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akan tetapi, OPK berupa jaran slining belum lolos karena terkendala masalah persyaratan yang kurang lengkap.
”Sidang untuk Kabupaten Lumajang dilaksanakan Rabu (8/10/2025), kemarin dan diumumkan hasilnya Jum’at (10/10/2025). Alhamdulillah 3 OPK berhasil lolos,” ungkap Suhudi ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/10/2025).
Menurutnya, proses pengajuan tersebut sangat ketat dan berjenjang, mulai dari tingkat propinsi hingga pusat.
Kajian-kajian ilmiah hingga dokumentasi di lapangan pun dilakukan sebaik mungkin. Dengan didampingi akademisi berbagai perguruan tinggi, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Badan Pelestarian Kebudayaan wilayah XI.
Lebih jauh Suhudi menjelaskan, ritus Pendam Kepala Sapi yang lolos itu memang telah diwariskan turun temurun sebagai upacara adat. Khususnya di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang selama ini.
Titus tersebut selalu digelar rutin bersamaan grebek Suro yang digelar dalam rangkaian selamatan desa.
Begitupula dengan Dhangglung. Hanya penyebutan di masyarakat kurang tepat, dan familiar dengan sebutan danglung, untuk memudahkan pelafalan saja.
”Harapan kami, proses berikutnya sampai penyerahan sertifikat bisa lancar. Supata warisan budaya ini dapat dilestarikan terus,” pungkasnya.(mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















