Lumajang, Satu Detik – Tiga orang pria di Kabupaten Lumajang akhirnya membuat surat pernyataan maaf, setelah video aksi mereka bermain air di tengah banjir lahar dingin Gunung Semeru viral di media sosial.
Aksi yang dinilai membahayakan jiwa dan mencoreng kesiapsiagaan bencana tersebut menuai kecaman publik.
Ketiga pria tersebut bernama Yoga Trioferdiansyah (20), warga Desa Sumberwuluh, serta David Nusantoro (20) dan Muhamad Adi Susilo (16), keduanya warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, S.H., mengungkapkan bahwa para pelaku telah menjalani pembinaan di Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
”Ketiganya sudah membuat surat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi lagi. Persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan dan sudah dibina anggota polsek bersama kepala desa” ujar Untoro, Kamis (6/11/2025).
Ia menjelaskan, aksi nekat itu terjadi pada Rabu (5/11/2025), sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka, yang awalnya sedang hujan-hujanan di sekitar lokasi, merasa penasaran dengan derasnya aliran Sungai Leprak, jalur utama lahar Semeru.
Mereka kemudian mendekat ke arah tanggul yang terbuat dari bronjong kawat.
Alih-alih menjauh, mereka malah menceburkan diri ke tepian sungai yang tengah dilanda banjir lahar dingin itu.
Aksinya itu sempat direkam oleh rekan mereka, Agus Santoso dan Dedi Irawan. Video berdurasi 27 detik itu kemudian diunggah ke status WhatsApp dan menyebar luas, hingga sampai di grup “Info Terkini Semeru.”
Dalam rekaman, nampak ketiga pria itu berdiri dengan sebagian badan terendam air, berpegangan pada bronjong kawat, sambil tertawa riang.
Bahkan, salah satu dari mereka terekam sengaja menghadap ke aliran lahar sambil berjoget. Aksi itu diduga dilakukan untuk mencari sensasi semata.
Video tersebut langsung menuai kecaman dari anggota grup dan masyarakat, sebab lokasi tersebut merupakan zona merah bencana yang sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
”Kepala desa sudah sering menghimbau dan melarang warganya, agar menjauh dari lokasi banjir lahar dingin, apalagi sampai main-main. Di sepanjang aliran lahar itu sangat berbahaya,” pungkasnya. (mrus)
Editor : Mujibul Choir

















