Lumajang, Satu Detik – Jalur Jembatan Besuk Kobokan masih tertutup abu vulkanik dengan ketebalan 2,5 hingga 3 sentimeter.
Kondisi ini membuat permukaan jembatan licin dan mengganggu jarak pandang, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan, pada hari keempat pascaerupsi Semeru, timnya terus melakukan normalisasi dan pembersihan sedimen abu vulkanik di Jembatan Perak atau Besuk Kobokan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rata-rata ketebalan sendimen abu vulkanik di Jembatan Perak mencapai sekitar 2,5 sampai 3 sentimeter,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat melintas.
“Bagi masyarakat hati-hati saat melewati Jembatan Perak karena jalur tersebut akses utama dari Kabupaten Lumajang ke Malang maupun sebaliknya,” jelasnya.
Yudhi menambahkan bahwa cuaca juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
“Tidak menutup kemungkinan bila curah hujan tinggi akan terjadi letupan sekunder sisa material vulkanik Erupsi Semeru,” imbuhnya.
Selain itu, ia mengingatkan para pengendara agar selalu menggunakan masker untuk melindungi diri. Abu vulkanik yang terbawa angin mengandung partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan.
“Para pengendara khususnya pengguna jalan yang melintas di Jembatan Perak terdampak abu vulkanis diminta waspada. Abu vulkanik ini tidak bisa dianggap sepele, karena dapat memicu kecelakaan,” pungkasnya. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















