Lumajang, Satu Detik – Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang memprioritaskan pemulihan akses air bersih dan sanitasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sebagai fokus utama penanganan bencana erupsi Semeru.
Selain menyelenggarakan Dapur Umum, program Water Access, Sanitasi, dan Hygiene (WASH) menjadi inti operasi PMI.
Wakil Sekretaris PMI Lumajang, Nurhadi Santoso, menjelaskan tantangan terbesar yang dihadapi relawan kali ini untuk memastikan ketersediaan air minum dan air bersih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apalagi mengingat sebagian besar sumber air warga telah tercemar parah oleh abu vulkanik.
Untuk mengatasi kontaminasi tersebut, PMI meluncurkan operasi pembersihan skala besar dengan fokus pada pengurasan sumur warga.
Tim WASH PMI dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan alkon (pompa air) untuk menguras dan membersihkan endapan abu di dasar sumur.
Tujuannya untuk menghilangkan kontaminasi total dan memulihkan kembali mata air bersih.
”Sumur warga di lingkungan terdampak itu dikuras, dibersihkan, sehingga mata airnya bisa muncul lagi tanpa tercemar abu debu vulkanik. Kualitas airnya juga kita cek,” ungkap Nurhadi, Jumat (28/11/2025).
Meskipun upaya pembersihan sumur dilakukan, warga tetap bergantung pada pasokan air bersih sementara.
Oleh karena itu, dropping air bersih terus dilaksanakan setiap hari, dengan volume penyaluran harian rata-rata mencapai 7.000 hingga 10.000 liter.
Pasokan tersebut diarahkan ke posko, sekolah, dan tempat ibadah.
Nurhadi menambahkan, selain urusan air, PMI juga membantu membersihkan rumah-rumah warga dari sisa-sisa dampak erupsi.
Operasi PMI, yang diawali dengan Dapur Umum dan disusul Tim WASH, direncanakan berlangsung hingga masa tanggap darurat selesai.
“Lihat situasi dan kondisi, jika warga masih membutuhkan, kami akan turun lagi,” tandasnya.(mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















