Lumajang, Satu Detik – Aksi solidaritas ditunjukkan Perkumpulan Ibu-Ibu Gunung Kelud asal Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dengan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir lahar Gunung Semeru.
Bantuan tersebut diserahkan kepada warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, yang selama ini menghadapi dampak cukup berat akibat terjangan lahar.
Perwakilan relawan, Reni Juwita, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi ibu-ibu Desa Sepawon, serta dukungan dari sejumlah donatur yang berasal dari luar desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak, termasuk kepada warga yang tinggal di wilayah seberang sungai dengan kondisi akses yang terbatas.
Menurut Reni, para relawan memiliki kedekatan emosional dengan kondisi para penyintas karena sama-sama tinggal di kawasan lereng gunung. Pengalaman menghadapi erupsi dan bencana alam sebelumnya membuat mereka memahami beban psikologis dan kesulitan hidup yang dialami warga terdampak.
Dorongan empati itulah yang kemudian menggerakkan ibu-ibu Gunung Kelud untuk menggalang donasi dan menyalurkannya kepada warga Sumberlangsep.
“Saya bisa merasakan bagaimana orang yang hidup bertempat tinggal di sekitar gunung ketika ada bencana erupsi dan banjir. Makanya kami ibu-ibu dari Gunung Kelud peduli lalu mengumpulkan donasi khusus ibu-ibu untuk dibantukan ke warga Sumberlangsep,” ujar Reni.
Adapun bantuan yang diberikan berupa paket sembako, seperti beras kemasan 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta tambahan mi instan dan minyak goreng dalam kemasan karton.
Meski jumlah bantuan tidak besar, Reni berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak.
“Untuk bantuan yang nanti akan kita distribusikan ke tim yang ada di seberang sungai, ada paket sembako. Memang tidak banyak, tapi semoga bisa bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan pantauan melalui pemberitaan dan kondisi lapangan, dampak banjir lahar di wilayah Candipuro dinilai lebih parah dibandingkan bencana yang pernah dialami warga di lereng Gunung Kelud.
Reni pun berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi jangka panjang bagi para penyintas, termasuk relokasi ke tempat tinggal yang lebih aman, mengingat banyak warga kehilangan rumah dan terputus akses wilayahnya.
“Harapannya semoga beliau mendapatkan relokasi tempat yang baru,” ucapnya.
Di akhir, Reni menyampaikan pesan penyemangat bagi para korban bencana agar tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan. “Pesan buat saudara-saudara yang ada di sana, diberikan kesabaran, tetap tegar, tetap kuat, dan segera pulih untuk perekonomian juga untuk psikis,” pungkasnya. *
Penulis : redaksi
Editor : Mujibul Choir

















