Lumajang, Satu Detik – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang menjamin ketersediaan ternak babi tetap stabil selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Meski konsumsi pangan biasanya melonjak di akhir tahun, permintaan daging babi di pasar lokal maupun pengiriman antarkota, diprediksi tidak mengalami gejolak signifikan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, drh. Endra Novianto, mengungkapkan, populasi babi di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 2.052 ekor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsentrasi peternakan terbesar berada di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, yang menampung sekitar 1.500 ekor, sementara sisanya tersebar di peternak rakyat skala kecil.
”Lumajang justru lebih banyak menyuplai keluar daerah daripada mendatangkan dari luar,” terang Endra, Kamis (25/12/2025).
Berdasarkan data distribusi, Kabupaten Lumajang rutin mengirimkan 30 hingga 40 ekor babi per minggu ke Surabaya.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi lokal di Lumajang yang hanya berkisar 40 ekor per bulan.
Endra menegaskan bahwa tren ini tetap stabil, meski di tengah suasana perayaan hari besar.
Cahyono, seorang konsumen asal Yosowilangun, menyebutkan bahwa harga daging babi di tingkat pengecer tidak mengalami kenaikan mendadak.
”Harga cenderung stabil di angka Rp.100.000 hingga Rp.120.000 per kilogram. Perayaan Natal dan Tahun Baru sejauh ini tidak memengaruhi harga pasar,” jelas Cahyono.
Dengan ketahanan populasi di Desa Tunjungrejo dan alur distribusi yang terjadwal, pasokan daging babi di Kabupaten Lumajang dipastikan mencukupi hingga pergantian tahun (mrus)
Penulis : Makhrus
Editor : Mujibul Choir

















