Lumajang, Satu Detik – Menghadapi lonjakan volume perjalanan kereta api selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang melakukan pencegahan ekstra.
Sebanyak 34 personel khusus diterjunkan untuk mengawal perlintasan sebidang, yang hingga kini belum memiliki palang pintu pengaman.
Kepala Dishub Lumajang, Drs. Rasmin, menjelaskan, pengamanan tersebut menjadi prioritas mengingat keselamatan warga merupakan hal yang utama.
Dari data yang ada, tercatat 13 perlintasan sebidang di Kabupaten Lumajang telah dilengkapi palang pintu resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, masih ada 8 titik perlintasan lainnya yang belum berpalang dan memiliki catatan kerawanan kecelakaan yang tinggi.
Untuk menutup celah keamanan tersebut, Dishub membentuk tim khusus yang disebut Petugas Jaga Lintasan (PJL) Ekstra.
”PJL Ekstra itu kami tugaskan 34 personel untuk menjaga perlintasan kereta yang tidak berpalang pintu,” tegas Rasmin ketika diwawancarai, Selasa (30/12/2025).
Meski dibentuk bersamaan dengan momentum Nataru, 34 personel PJL Ekstra tersebut direncanakan akan bertugas secara permanen.
Hal ini menunjukkan komitmen Dishub Lumajang dalam memastikan keamanan jalur kereta api untuk jangka panjang, bukan sekadar respons musiman.
Dishub Lumajang juga memberikan perhatian serius terhadap munculnya “perlintasan liar”.
Jalur-jalur tersebut biasanya dibuat secara mandiri oleh warga demi akses cepat, namun tanpa mempertimbangkan standar keselamatan.
”Munculnya perlintasan baru yang liar, tentunya akan sangat membahayakan masyarakat yang melintas karena tidak terjaga,” pungkasnya.(mrus)
Penulis : Makhrus
Editor : Mujibul Choir

















