Lumajang, satu Detik – Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas transfer Dana Desa (DD) hingga 70 sampai 80 persen, dari pagu anggaran mulai menuai keluhan kepala desa di Kabupaten Lumajang.
Kepala Desa Babakan, Kecamatan Padang, Moch. Rifal Andrianto mengungkapkan, pemangkasan Dana Desa tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan program pembangunan desa yang telah direncanakan bersama masyarakat.
“Desa Babakan tahun ini hanya menerima Dana Desa sekitar Rp 300 juta. Setelah dikurangi untuk biaya program lainnya, hanya tersisa sekitar Rp 100 juta untuk pembangunan fisik,” ungkap Rifal, Kamis (22/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, kewenangan desa dalam mengelola Dana Desa semakin terbatas, akibat kebijakan tersebut.
Menurutnya, dana yang tersisa belum mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan secara optimal.
“Ini saja namanya Dana Desa, tapi kita tidak punya kewenangan secara merdeka 100 persen mengelola anggaran, dari sisa Rp 300 juta itu,” ujarnya.
Meski demikian, Rifal memastikan sejumlah program prioritas seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan honor kader posyandu masih dapat terpenuhi.
“Kalau BLT, honor kader posyandu, dan program lain masih aman. Tapi yang terdampak besar adalah pembangunan fisik desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, berkurangnya Dana Desa membuat pelaksanaan visi dan misi kepala desa tidak berjalan maksimal.
Pembangunan infrastruktur desa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, terpaksa ditunda.
“Yang terdampak itu pembangunan fisik yang menjadi tanggung jawab kepala desa. Akhirnya visi misi kades jadi amburadul,” keluhnya.
Ia bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam asosiasi kepala desa berharap dapat berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pemerintah pusat, terkait kebijakan tersebut.
Mereka meminta adanya alternatif sumber pendanaan lain untuk mendukung pembangunan desa.
“Kalau Dana Desa berkurang signifikan, paling tidak ada anggaran lain seperti BKK atau pokir dewan yang bisa masuk ke desa. Bahkan dana dusun Rp 50 juta per tahun dikali tiga tahun hanya Rp 150 juta, itu pun masih kurang,” pungkasnya.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : MJ Choir

















