Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang membidik penguatan kemandirian fiskal daerah, melalui optimalisasi peran bank daerah sebagai instrumen pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memperluas ruang fiskal, guna membiayai program pembangunan secara mandiri.
Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, menegaskan, bank daerah memiliki posisi krusial sebagai mitra strategis pemerintah. Bukan sekadar lembaga keuangan konvensional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (22/1/2026).
Bunda Indah, sapaan akrab Bupati Lumajang menjelaskan, peningkatan kontribusi bank daerah akan berdampak langsung pada struktur APBD melalui pembagian dividen yang lebih besar.
”Penguatan peran bank daerah menjadi kunci untuk memperkuat kemandirian fiskal. Saat PAD meningkat, pemerintah daerah memiliki keleluasaan lebih besar untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan merata,” tutur Bunda Indah, Jum’at (23/1/2026).
Selain setoran dividen, ia menekankan agar Bank Jatim lebih agresif dalam menyasar sektor produktif di Kabupaten Lumajang, seperti penguatan modal bagi petani lokal.
Kemudian pembiayaan infrastruktur pendukung destinasi wisata, perluasan akses kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akar rumput.
Bunda Indah juga menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan BUMD.
Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika bank daerah dikelola dengan tata kelola yang sehat dan akuntabel.
”Bank daerah harus sehat secara bisnis, agar benar-benar bisa menjadi instrumen pembangunan yang efektif bagi daerah,” pungkasnya. (Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : MJ Choir

















