Lumajang, Satu Detik – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lumajang menyoroti masih rendahnya tingkat kompetensi wartawan di daerah, meski jumlah insan pers terus bertambah.
Hal tersebut disampaikan Ketua PWI Lumajang, Mujibul Choir, dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Senin (9/1/2026).
Mujibul Choir mengungkapkan, saat ini jumlah wartawan yang beraktivitas di Kabupaten Lumajang diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang. Namun, baru sekitar 30 persen yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“UKW bukan semata-mata soal sertifikat. Ini adalah instrumen penting untuk memastikan wartawan bekerja sesuai standar profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” katanya.
Menurutnya, rendahnya angka wartawan kompeten menjadi tantangan serius di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan berimbang.
Karena itu, PWI Lumajang mendorong adanya dukungan lebih kuat dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memfasilitasi pelaksanaan UKW di tingkat lokal.
“Momentum HPN 2026 ini kami jadikan ajang untuk memperkuat sinergi. Dukungan pemerintah daerah sangat penting agar kualitas pers lokal semakin meningkat,” ujarnya.
Mujibul Choir juga menjelaskan bahwa di tingkat Jawa Timur, penyelenggaraan UKW resmi saat ini masih terbatas pada PWI dan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).
Kondisi tersebut menuntut adanya kolaborasi yang lebih erat antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam mencetak wartawan yang berintegritas dan berkompeten.
Mengakhiri pernyataannya, Mujibul Choir berharap pers di Lumajang dapat terus berkembang secara profesional serta mampu menjaga independensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Semoga pers Indonesia, khususnya di Lumajang, semakin maju, independen, dan tetap menjadi pilar demokrasi yang terpercaya,” pungkasnya. (Yon)
Penulis : Yoni Kristiono
Editor : Mujibul Choir

















