Lumajang, Satu Detik – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Dalam kurun waktu kurang dari enam jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat tiga kali erupsi beruntun pada Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 07.42 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak, berwarna kelabu dan condong ke arah utara serta timur laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Erupsi terekam dengan amplitudo maksimal 23 milimeter dan durasi 133 detik.
Aktivitas kembali meningkat pada pukul 10.56 WIB. Pada erupsi kedua ini, durasi letusan mencapai 4 menit 10 detik.
Selain semburan abu, gunung juga memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh 3.000 meter dari kawah ke arah tenggara atau menuju aliran Besuk Kobokan.
Sekitar pukul 12.46 WIB, erupsi ketiga kembali terjadi. Meski amplitudo tercatat lebih kecil, yakni 15 milimeter, awan panas guguran kembali meluncur sejauh 2.500 meter ke arah yang sama, mengikuti jalur Besuk Kobokan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan terjadinya erupsi berulang tersebut.
Ia memastikan hingga saat ini belum ada dampak signifikan yang dirasakan masyarakat di sekitar lereng Semeru.
“Jarak luncur terjauh mencapai 3 kilometer. Alhamdulillah dampak masih nihil, statusnya masih Siaga atau Level III,” ujarnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru, khususnya di jalur lahar Besuk Kobokan.
Imbauan ini guna mengantisipasi potensi awan panas susulan maupun aliran lahar.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















