Lumajang, Satu Detik – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang Hj. Oktaviyani, S.H., M.H mendukung persiapan pemberangkatan jemaah haji, khususnya dari Lumajang.
Menurutnya, masyarakat harus menggunakan jalur resmi dalam berhaji dan mengingatkan pihak terkait untuk tidak melakukan praktik haji yang tidak prosedural.
Sementara berkaitan dengan persiapan yang selama ini sudah dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, semuanya sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baik itu persiapan berkaitan dengan konsumsi, transportasi, akomodasi, layanan umum, serta layanan selama proses puncak ibadah haji di Masyair Muqaddasah.
“Kemenag sudah siap dan bertanggungjawab pada pemberangkatan calon jemaah haji,” ungkapnya, Selasa (06/05/2025).
Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, S. Ag., M.H., mengungkapkan, ada sedikitnya 867 calon jamaah haji yang sudah dibekali manasik massal.
Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Sujono selama 2 hari, dengan tingkat kehadiran mencapai 90 persen lebih. Kemudian dilanjut manasik di tingkat kecamatan.
“Kami sudah melakukan kegiatan manasik yang dihadiri lebih dari 90 persen calon jamaah haji. Pada kesempatan tersebut kami juga menekankan pentingnya peran karu dan karom dalam mendampingi, membimbing, serta mengkoordinasikan jemaah selama nanti dalam perjalanan ibadah haji, baik di tanah air maupun di Tanah Suci,” jelasnya.
Menurutnya, karu dan karom merupakan ujung tombak dalam pelayanan jemaah. Tugas mereka para karu dan karom yakni memastikan anggota kelompok tetap terkoordinasi, aman, dan terlayani dengan baik selama menjalankan ibadah haji.
Secara rinci tugas-tugas setiap karu dan karom yang harus dilaksanakan, mulai dari memimpin doa dan zikir bersama, mengatur jadwal keberangkatan, memastikan kehadiran anggota regu, hingga membantu petugas haji dalam penyampaian informasi dan penanganan kondisi darurat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas jemaah haji agar dapat melaksanakan ibadah secara tertib, nyaman, dan mandiri. Diharapkan, para ketua regu dan rombongan dapat menjadi motor penggerak ketertiban dan kenyamanan selama menjalankan ibadah haji di tanah suci,” pungkasnya. (Hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















