Lumajang, Satu Detik – Di era globalisasi yang kian menantang, ketahanan pangan menjadi isu krusial dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Hal ini diungkap Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Reza Hadi Kurniawan, S.IP..
Reza mengaku tengah berupaya mengoptimalkan peran masyarakat dalam ketahanan pangan. Upaya ini salah satunya dilakukan dengan cara sosialisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Partisipasi aktif masyarakat dalam ketahanan pangan akan membawa banyak manfaat. Selain meningkatkan produksi pangan, juga bisa memperkuat ikatan sosial antarwarga,” ujarnya.
Program Ketahanan pangan ini menurut Reza juga bisa mendorong inovasi dan kreativitas, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap program ketahanan pangan yang kita miliki saat ini benar-benar ada manfaat atau impact kepada masyarakat, karena ketahanan pangan yang kokoh adalah cerminan dari masyarakat yang sejahtera dan berdaya,” ungkapnya, pada Selasa (06/05/2025).
Baginya, ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut ketahanan sosial dan ekonomi, mengedepankan prinsip gotong-royong, kebersamaan, dan menerapkan berbagai strategi inovatif.
“Karena ketahanan pangan bukan hanya sekadar ketersediaan makanan yang cukup, tetapi juga akses yang merata dan pemanfaatannya yang optimal oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk mencapai cita-cita mulia ini, kita tidak bisa lepas dari peran aktif dan partisipasi penuh dari seluruh masyarakat, mulai dari ibu-ibu rumah tangga, bapak-bapak pekerja, hingga anak-anak muda yang penuh semangat,” tuturnya.
“Mari kita bersama-sama terus mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa yang tangguh dan sejahtera,” ajaknya.
Pihaknya juga menekankan soal pentingnya pembentukan kelompok tani yang beranggotakan masyarakat dari berbagai profesi, mulai dari petani, peternak, hingga ibu rumah tangga.
Kelompok-kelompok tersebut akan menjadi wadah untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan saling membantu dalam mengelola usaha pertanian.
Pihaknya juga menekankan soal pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan penyuluhan.
Pemerintah setempat bisa bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan penyuluh lapangan untuk memberikan edukasi tentang teknik budidaya yang efisien, pengelolaan hama penyakit, dan pengembangan produk olahan pangan.
“Pelatihan-pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya pertanian secara optimal,” lanjutnya.
Berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, Reza menyebut pentingnya mengembangkan aplikasi berbasis web yang memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi terkait pertanian, termasuk harga pasar, teknik budidaya, dan peluang bisnis. (hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















