Lumajang, Satu Detik – Warga Dusun Krajan, Desa Labruk Lor, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, digegerkan oleh penemuan dua buah mortir yang terkubur di halaman rumah seorang pensiunan anggota Polri, kemarin siang.
Mortir tersebut ditemukan secara tak sengaja saat proses penggalian septic tank oleh seorang pekerja.
“Awalnya hanya untuk buang kotoran di septic tank, tapi alatnya membentur benda keras. Setelah digali, ternyata mortir,” ujar Sekretaris Desa Labruk Lor, Nuki Rafsanjani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penemuan ini langsung dilaporkan kepada pemilik rumah, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Tim gabungan dari Polres Lumajang, Polsek Kota Lumajang, serta personel TNI AU dari Detasemen Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi segera tiba di lokasi untuk mengamankan temuan tersebut.
Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mengatakan mortir ditemukan dalam kondisi tertimbun cukup dalam dan berkarat parah, menandakan usianya yang sangat tua. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak.
“Mortir ditemukan saat penggalian septic tank. Kami langsung lakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan AWR Pandanwangi. Saat ini benda tersebut sudah diamankan dan sedang diteliti,” jelas Untoro.
Lettu Dimas TS dari AWR Pandanwangi menduga kuat bahwa mortir tersebut merupakan peninggalan masa konflik lama, kemungkinan dari era perang kemerdekaan.
“Ini bukan amunisi modern. Kami hanya melakukan identifikasi dan pengamanan awal. Untuk proses pemusnahan, itu kewenangan tim khusus,” ujar Dimas.
Tim TNI segera mengevakuasi mortir tersebut ke lokasi aman guna mencegah risiko ledakan. Penelitian lebih lanjut akan menentukan status aktif atau tidaknya amunisi tersebut.
“Kami evakuasi demi keselamatan warga. Meski sudah lama tertimbun, tetap saja berpotensi membahayakan jika terguncang atau tersentuh tanpa sengaja,” pungkas Dimas.
Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sisa-sisa konflik bersenjata di masa lalu bisa saja masih tersembunyi dan berisiko menimbulkan bahaya, terutama jika tidak segera ditangani oleh pihak berwenang. (Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















