Lumajang, Satu Detik — Kepolisian Resor (Polres) Lumajang resmi meluncurkan Operasi Patuh Semeru 2025 melalui apel gelar pasukan yang digelar di halaman Mapolres, Senin (14/7/2025).
Operasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sebagai fondasi masyarakat yang tertib dan beradab.
Mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, apel dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., dan diikuti oleh personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta organisasi kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kodim 0821/Lumajang turut menyatakan dukungan penuh melalui kehadiran Ws. Kasdim 0821 Kapten Inf Wahyutomo, yang menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga negara dalam menciptakan ketertiban sosial.
“Keselamatan di jalan bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyangkut tanggung jawab sosial dan karakter kebangsaan. Setiap pelanggaran lalu lintas bisa berdampak pada keselamatan orang lain,” ujar Kapten Wahyutomo dalam sambutannya.
Sementara itu, Kapolres Lumajang menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi, terutama di kalangan usia produktif.
Menurutnya, Operasi Patuh Semeru tidak hanya bertujuan menekan angka pelanggaran, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat.
“Disiplin berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena kesadaran untuk saling menjaga. Ini bentuk cinta pada sesama,” tegas Kapolres.
Operasi Patuh Semeru 2025 akan berlangsung dengan pendekatan edukatif, persuasif, dan penegakan hukum yang terukur.
Fokusnya tidak hanya pada penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa jalan raya adalah ruang bersama yang membutuhkan etika, empati, dan pengendalian diri.
Gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui konsep Lumajang AMAN (Amanah, Manusiawi, dan Berkeadilan), di mana keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam menciptakan ruang hidup yang layak dan berdaya saing.
Keterlibatan unsur TNI dalam operasi ini sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat kepolisian.
“Bangsa yang besar bukan hanya dilihat dari infrastruktur megah, tetapi dari kedewasaan warganya dalam berkendara. Ini bagian dari martabat bangsa,” pungkas Kapolres. (Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















