Lumajang Belum Ikut Launching Sekolah Rakyat, Masih Siapkan Infrastruktur

- Penulis Berita

Wednesday, 16 July 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si

Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si

Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang belum dapat bergabung dalam peluncuran serentak Program Sekolah Rakyat yang digelar secara nasional pada Senin (14/7/2025).

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) menjelaskan, alasan utamanya adalah infrastruktur dan sarana fisik di lokasi yang direncanakan belum memadai.

“Untuk launching Sekolah Rakyat serentak, Pemkab Lumajang belum bisa ikut karena infrastruktur dan fasilitas fisik belum siap. Tapi kami sedang berproses menyiapkan semuanya,” ujar Bunda Indah di sela kegiatan, Rabu (16/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski belum bergabung dalam tahap awal, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program strategis nasional ini. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 6,6 hingga 7 hektare di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah sebagai lokasi Sekolah Rakyat.

“Lahannya sudah kami siapkan. Saat ini sedang dalam proses penggantian sertifikat untuk kemudian dihibahkan ke pemerintah pusat,” lanjutnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang dilaksanakan melalui Kementerian Sosial RI. Tujuannya adalah menghadirkan pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan secara sosial.

Pada tahap pertama Juli 2025, sebanyak 100 titik sekolah rakyat resmi beroperasi di seluruh Indonesia. Jumlah ini mencakup 396 rombongan belajar dengan total 9.780 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 19 titik. Namun Lumajang belum termasuk karena masih dalam proses administrasi dan pembangunan.

Bunda Indah menegaskan bahwa keikutsertaan Lumajang bukan semata demi seremoni, melainkan ingin memastikan kesiapan yang matang agar sekolah benar-benar memberi dampak nyata.

“Ketika nanti Sekolah Rakyat dibuka di Lumajang, kami pastikan tidak sekadar hadir, tapi benar-benar berfungsi secara maksimal dan memberi dampak bagi anak-anak dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Desa Kebonan dipilih karena dinilai strategis, memiliki lahan luas, dan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini terbatas aksesnya terhadap pendidikan.

Pemkab Lumajang melalui Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan kini tengah berkoordinasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi. Mulai dari pengurusan lahan, perencanaan pembangunan, hingga penyusunan kurikulum berbasis vokasi dan penguatan karakter.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik balik transformasi pendidikan nasional yang tidak hanya membuka akses lebih luas, tapi juga menanamkan nilai kebangsaan, keterampilan hidup, dan kemandirian ekonomi sejak dini.

“Sekolah ini adalah bentuk keberpihakan negara kepada rakyat. Maka kami ingin memastikan kehadirannya benar-benar membawa manfaat,” tutup Bupati Indah.

Pemkab menargetkan pembangunan fisik dimulai segera setelah proses hibah rampung. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal dan mendukung agar kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bagian dari gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa. (Hari)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar
PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten
PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni
DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah
DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Berita Terkait

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Monday, 9 February 2026 - 23:22 WIB

PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni

Tuesday, 3 February 2026 - 23:07 WIB

DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Tuesday, 3 February 2026 - 23:00 WIB

DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Tuesday, 3 February 2026 - 05:11 WIB

Bawa Puluhan Gram Sabu, 2 Pria Pengendara Mobil Calya Diciduk Polisi di Jalur Trans Kalimantan

Berita Terbaru

Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH

Daerah

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 Feb 2026 - 21:58 WIB

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lumajang

Uncategorized

Kades dan Perangkat Desa di Lumajang Belum Terima Gaji Dua Bulan

Monday, 9 Feb 2026 - 23:35 WIB