Lumajang, Satu Detik – Kisah Isma Wahidatul Janah, warga Desa Bodang, Kecamatan Padang, menjadi bukti bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya berhenti pada bantuan sosial.
Perempuan berusia 35 tahun ini berhasil mandiri secara ekonomi melalui usaha kopi bubuk, dan kini siap melakukan graduasi dari PKH.
Lima tahun lalu, Isma menerima bantuan PKH sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Dana tersebut ia manfaatkan untuk membeli peralatan dan bahan baku sederhana guna memulai produksi kopi bubuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya hanya ingin menambah penghasilan keluarga. Bantuan PKH itu modal awal untuk membeli peralatan dan bahan baku,” kata Isma, Rabu (27/8/2025).
Kini usahanya berkembang pesat. Produksi kopi bubuk yang dimulai dari rumah kini mampu melayani permintaan lokal hingga antar-desa.
Dukungan keluarga juga membuat usaha berjalan lancar, mulai dari pemilihan biji kopi, proses pengeringan, hingga pemasaran.
Dalam kunjungan ke Kecamatan Padang, Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma meninjau langsung usaha kopi Isma.
“Graduasi PKH bukan sekadar penghentian bantuan, tetapi pengakuan bahwa KPM mampu mandiri dan memberi inspirasi bagi penerima lainnya,” ujar Mas Yudha.
Bupati Indah menambahkan, keberhasilan Isma menjadi bukti efektivitas PKH dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“KPM yang mandiri bukan lagi penerima bantuan, tetapi penggerak ekonomi lokal dan mentor bagi keluarga lain,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan dukungan tetap diberikan bagi KPM yang siap graduasi, berupa pelatihan kemasan, manajemen usaha, hingga pemasaran digital. Upaya ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM lokal hingga tingkat nasional.
Kisah Isma menjadi simbol bahwa program sosial dapat mengantarkan masyarakat menuju kemandirian, sekaligus mendorong lahirnya penggerak ekonomi baru di desa. (hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















