Lumajang, Satu Detik – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru berjalan di Kabupaten Lumajang mulai mendapat sorotan dari sejumlah wali murid.
Mereka mengeluhkan kualitas menu yang disajikan, mulai dari lauk berbau, buah potong yang kecut, hingga makanan yang belum matang.
Keluhan itu muncul di SD Islam Terpadu dan TK Darma Wanita Desa Klakah, Kecamatan Klakah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Khusnul Khotimah, salah satu wali murid, menilai sajian MBG selama dua pekan terakhir kurang sesuai harapan.
Ia menduga proses memasak dilakukan terburu-buru sehingga ada makanan yang tidak matang sempurna.
“Semua menunya kurang sesuai. Menu kari kentang beberapa hari lalu, kentangnya belum matang. Nasinya juga terlalu lembek, nugetnya juga terlalu asin. Pokoknya sajian hari pertama itu saja yang enak, ayamnya besar,” keluh Khusnul, Jum’at (12/9/2025).
Karena makanan dianggap tidak layak, guru kelas bahkan meminta siswa membawa wadah sendiri untuk membawa pulang makanan tersebut agar tidak dibuang di sekolah.
“Sama gurunya dilarang dibuang di sekolah. Makanya bawa wadah sendiri terus dibawa pulang. Sempat saya cicipi memang belum matang masakannya,” tambah Khusnul.
Meski demikian, ada juga pihak yang menilai secara umum penyajian MBG sudah cukup baik. Qurotul A’yunin, SPd, wali kelas I, menilai makanan sehat memang berbeda dengan sajian berbumbu MSG.
“Saya sampaikan juga, makanan sehat ya seperti ini. Memang sempat ada buah potong yang sudah kecut waktu diterima anak-anak, mungkin karena masaknya malam. Seperti melon,” jelasnya.
Senada, Farhan, wali murid TK Darma Wanita Desa Klakah, menyebut anaknya pernah mengeluh karena lauk ayam yang diterima berbau.
“Cuma sekali yang ndak enak, lauk ayamnya bau. Jadi anak saya tidak mau makan. Itu 2 hari lalu,” pungkasnya. (yon)
Penulis : Yoni Kristiono
Editor : Mujibul Choir

















