Tiga Karya Budaya Lumajang Resmi Dijadikan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025

- Penulis Berita

Saturday, 11 October 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan musik Dhangglung oleh Bima Sena

Pertunjukan musik Dhangglung oleh Bima Sena

​Lumajang, Satu Detik – Kabupaten Lumajang kembali mencatatkan karya budayanya dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2025.

Karya budaya kategori seni pertunjukan Dhangglung dan Tari Glipang Ruddat, serta ritual khusus (ritus) Pendam Kepala Sapi kini resmi ditetapkan jadi WBTB.

Kabid Kebudayaan dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Lumajang, Muhammad Suhudi, M.Pd, mengungkapkan, sebetulnya ada 4 obyek pemajuan kebudayaan (OPK) yang diajukan mulai akhir tahun 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan tetapi, OPK berupa jaran slining belum lolos karena terkendala masalah persyaratan yang kurang lengkap.

​”Sidang untuk Kabupaten Lumajang dilaksanakan Rabu (8/10/2025), kemarin dan diumumkan hasilnya Jum’at (10/10/2025). Alhamdulillah 3 OPK berhasil lolos,” ungkap Suhudi ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/10/2025).

Menurutnya, proses pengajuan tersebut sangat ketat dan berjenjang, mulai dari tingkat propinsi hingga pusat.​

Kajian-kajian ilmiah hingga dokumentasi di lapangan pun dilakukan sebaik mungkin. Dengan didampingi akademisi berbagai perguruan tinggi, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Badan Pelestarian Kebudayaan wilayah XI.

Lebih jauh Suhudi menjelaskan, ritus Pendam Kepala Sapi yang lolos itu memang telah diwariskan turun temurun sebagai upacara adat. Khususnya di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang selama ini.

Titus tersebut selalu digelar rutin bersamaan grebek Suro yang digelar dalam rangkaian selamatan desa.

Begitupula dengan Dhangglung. Hanya penyebutan di masyarakat kurang tepat, dan familiar dengan sebutan danglung, untuk memudahkan pelafalan saja.

​​”Harapan kami, proses berikutnya sampai penyerahan sertifikat bisa lancar. Supata warisan budaya ini dapat dilestarikan terus,” pungkasnya.(mrus)

Facebook Comments Box

Penulis : muachrus

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang
Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar
PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten
PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni
DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Berita Terkait

Thursday, 12 February 2026 - 10:18 WIB

Penghuni New Site Development di Handel Bere Kapuas di Data Ulang

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:28 WIB

Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Monday, 9 February 2026 - 23:22 WIB

PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni

Tuesday, 3 February 2026 - 23:07 WIB

DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Berita Terbaru

Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH

Daerah

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 Feb 2026 - 21:58 WIB