Lumajang, Satu Detik – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma atau yang akrab disapa Mas Yudha, menegaskan pentingnya pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif.
Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri kegiatan Akad Massal KUR 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan di Dyandra Convention Center, Surabaya.
Ia menyebut, dana publik yang disalurkan melalui KUR mengandung tanggung jawab moral dan sosial, sehingga perlu dikelola dengan bijak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mas Yudha menekankan bahwa KUR bukan sekadar pinjaman, melainkan sarana pendidikan ekonomi dasar.
Melalui program ini, masyarakat belajar merencanakan usaha, mengatur arus kas, dan mengembangkan strategi agar modal yang diterima bisa menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
“KUR harus dimaknai sebagai alat produksi. Jangan digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, karena itu tidak membangun kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Dikatakannya pula bahwa literasi finansial dan tanggung jawab terhadap dana publik merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi rakyat yang sehat dan mandiri.
Melalui pendekatan ini, masyarakat bukan hanya mendapat akses permodalan, tetapi juga kemampuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas.
“KUR bukan hanya pinjaman, tetapi alat transformasi ekonomi. Masyarakat bisa mengubah modal menjadi peluang, peluang menjadi produk, dan produk menjadi sumber kesejahteraan,” jelasnya.
Mas Yudha meyakini, jika prinsip ini dijalankan dengan konsisten, dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, melainkan juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Jika masyarakat memahami prinsip ini, dampaknya bukan hanya ekonomi individu, tetapi juga pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.(hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















