Lumajang, Satu Detik – Kabupaten Lumajang sedang dihadapkan dengan krisis infrastruktur serius akibat bencana. Apalagi memasuki musim hujan dan dampak aktivitas Gunung Semeru.
Kabupaten Lumajang sebagai daerah rawan bencana mencatat kerusakan infrastruktur paling banyak. Kondisi itu diperparah dengan pemotongan anggaran pusat.
Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, MSi, berjuang keras mengamankan dana untuk perbaikan infrastruktur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya tersebut mendesak, karena Pemerintah Daerah (Pemda) menghadapi pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur.
Pemotongan anggaran kali ini mencapai Rp 266 miliar, angka yang jauh lebih besar dari pemotongan sebelumnya, yang hanya Rp 59 miliar.
”Lumajang ini daerah rawan bencana, yang butuh perhatian khusus dalam pembangunan dan pemulihan infrastruktur. Sekarang saja ada 3 jembatan putus akibat bencana,” ungkap Bunda Indah
Meskipun kerusakan vital tiga jembatan tersebut telah dilaporkan ke Gubernur Jawa Timur dan disurvei, perbaikan belum dapat dilakukan.
Kebutuhan perbaikan yang mendesak lainnya seperti ruas jalan sekitar 1.090 kilometer, perbaikan 200 an lebih ruang kelas, kebutuhan irigasi dan air bersih.
Bunda Indah menegaskan, pembangunan infrastruktur yang tangguh dan tahan bencana bukan lagi pilihan, melainkan keharusan fiskal, demi menjamin konektivitas dan keselamatan masyarakat.
”Saya sudah mengirim surat ke Pak Presiden dan Menteri PU, Menteri Pertanian dan lain-lain. Agar infrastruktur yang rusak itu bisa dibangun lewat Instruksi Presiden (Inpres), Bantuan Presiden (Banpres), atau apapun itu,” pungkasnya.(mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















