Lumajang, Satu Detik – Salah seorang penderita penyakit kelainan jantung bawaan sejak lahir yang berada di Dusun Gencono, Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, kini mendapatkan fasilitas pengobatan dari Adventure Makelar Surga Comunity (AMSC) Peduli Membantu Sesama di Jalan Wijaya Kusuma Nomor 09 Ditotrunan Lumajang.
Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Jambekumbu Subairi, saat menghadiri penandatangan surat pernyataan persetujuan keluarga untuk dilakukan pengobatan di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo.
“Penandatangan surat persetujuan yang dilakukan oleh keluarga pasien di saksikan langsung oleh Camat, Polsek dan Koramil Pasrujambe pada 29 Oktober 2025 kemarin,” ujar Subairi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Desa (Pemdes) Jambekumbu, sangat berterima kasih kepada mitra yang telah bekerja sama dengan Yayasan AMSC atas uluran tangannya untuk membantu biaya pengobatan warganya yang mengidap penyakit kelainan jantung.
“Saya ucapkan terima kasih sangat kepada AMSC yang telah memfasilitasi pengobatan ananda Arista Adinda Zahrany,” ucapnya, Kamis, (30/10/25).
Dikatakan Subairi, selain pasien akan berangkat hari ini menuju Rs Sidoarjo, antar – jemput pasien akan ditanggung Pemdes Jambekumbu.
Sementara Mohammad Saiful, S,AP,. Camat Pasrujambe, juga berterima kasih atas kepedulian Yayasan AMS dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya untuk pasien penyakit jantung di Kabupaten Lumajang.
“Kemarin sekira pukul 10.00 kami beserta jajaran Polsek, Koramil, dan Pemdes Jambekumbu, menyaksikan penandatangan persetujuan pengobatan di rumah pasien,” ujarnya.
Saiful juga menegaskan, Pemerintah Kecamatan Pasrujambe akan selalu mendukung program-program kegiatan yang dilakukan oleh AMS. Menurutnya, program-program promotif dan preventif ini perlu dikuatkan, dengan harapan dapat menurunkan angka pasien dengan kelainan jantung.
Dengan penguatan preventif, selain dapat mencegah terjadinya suatu penyakit, juga bertujuan mengurangi risiko dan potensi dampak negatif di masa depan dengan bersikap proaktif.
“Kesadaran untuk membiasakan diri untuk hidup sehat bisa dimulai sejak pendidikan usia dini serta suport perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya,” pungkasnya. (Budi).
Penulis : Budianto
Editor : Mujibul Choir

















