Lumajang, Satu Detik – Aktivitas erupsi Gunung Semeru dilaporkan semakin intens sejak Rabu (19/11/2025) sore, sekitar pukul 14.30 WIB. Kondisi itu memicu kepanikan warga di sekitar lereng Semeru.
Peningkatan intensitas itu mendorong sejumlah warga dari Desa Sumbermujur dan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mulai melakukan evakuasi mandiri.
Mereka, sebagian mengungsi ke rumah kerabat atau menuju Pos Pengungsian Balai Desa Penanggal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi terakhir dari petugas di lapangan, guguran awan panas (APG) dilaporkan telah mencapai jarak 11 kilometer dari puncak Semeru.
Mereka khawatir bencana erupsi besar pada tahun 2021 lalu, akan terulang kembali.
Ani, warga Dusun Kebonseket, Desa Sumbermujur, memilih segera mengungsi bersama kedua anaknya tanpa membawa banyak persiapan.
Ia menyebut, erupsi mulai terlihat sekitar pukul 14.00 WIB, dengan intensitas yang perlahan membesar.
”Awalnya enggak besar, masih kecil-kecil tapi terus-terusan. Lalu terus menurun kok terus gede, terus gede,” ungkapnya panik.
Ia menambahkan, erupsi kali ini berbeda dari biasanya. “Biasanya memang sering terjadi erupsi, tapi baru di atas sudah hilang. Tapi tadi kok terus, terus turun kok tambah besar,” jelas Ani.
Warga lain, Sumarli dari Desa Penanggal, memutuskan mengungsi lebih awal karena kondisi geografis rumahnya dikelilingi pepohonan, sehingga menghalangi pandangan langsung ke arah gunung.
”Dari rumah gelap banyak pohon tidak kelihatan, jadi langsung ngungsi lebih aman,” kata Sumarli.
Di lokasi pengungsian, terpantau wilayah Desa Sumbermujur dan Penanggal tertutup kabut tebal, membuat banyak warga memutuskan turun demi keselamatan. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















