Lumajang, Satu Detik – Material vulkanik di Jembatan Besuk Kobokan belum tuntas dibersihkan hingga kini, Sabtu (22/11/2025) pagi.
Ketebalan abu vulkanik mencapai 5 sentimeter, menyusul letusan sekunder aliran lahar Gunung Semeru yang terjadi kemarin sore.
Kondisi itu membuat jalan menjadi sangat licin dan membahayakan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini disampaikan Kepala Regu (Danru) Damkar Kabupaten Lumajang, Zaenuri, yang menyebut proses pembersihan intens dilakukan.
”Jembatannya licin dan kalau dibiarkan bisa membahayakan pengendara. Kemarin saja tidak sedikit yang tergelincir,” jelas Zaenuri ketika di lokasi.
Petugas mengalami kendala selama proses penyemprotan, karena jauh dari sumber air.
Petugas harus menempuh belasan kilometer, hingga ke wilayah Kamar Kajang (Umbulan) untuk mengisi ulang tangki air.
Petugas mengimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan di jalur tersebut hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya.
Namun meskipun kondisi berbahaya, beberapa warga masih melakukan aktivitasnya. Seperti Edo (29), seorang kurir paket yang mengaku terpaksa nekat melintasi Jembatan Besok Kobokan karena tuntutan pekerjaan.
Apalagi ia harus menempuh rute harian sejauh 40 kilometer dari Candipuro hingga ke Tempursari.
“Sebetulnya ngeri lewat sini, beberapa kali hampir selip ban sepeda saya. Tapi sejak kondisi seperti ini semakin banyak permintaan kirim paket, dan ini jalur satu-satunya,” pungkasnya.*
Kabupaten Lumajang, Satu Detik – Material vulkanik di Jembatan Besuk Kobokan belum tuntas dibersihkan hingga kini, Sabtu (22/11/2025) pagi.
Ketebalan abu vulkanik mencapai 5 sentimeter, menyusul letusan sekunder aliran lahar Gunung Semeru yang terjadi kemarin sore.
Kondisi itu membuat jalan menjadi sangat licin dan membahayakan pengguna jalan.
Hal ini disampaikan Kepala Regu (Danru) Damkar Kabupaten Lumajang, Zaenuri, yang menyebut proses pembersihan intens dilakukan.
”Jembatannya licin dan kalau dibiarkan bisa membahayakan pengendara. Kemarin saja tidak sedikit yang tergelincir,” jelas Zaenuri ketika di lokasi.
Petugas mengalami kendala selama proses penyemprotan, karena jauh dari sumber air.
Petugas harus menempuh belasan kilometer, hingga ke wilayah Kamar Kajang (Umbulan) untuk mengisi ulang tangki air.
Petugas mengimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan di jalur tersebut hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya.
Namun meskipun kondisi berbahaya, beberapa warga masih melakukan aktivitasnya. Seperti Edo (29), seorang kurir paket yang mengaku terpaksa nekat melintasi Jembatan Besok Kobokan karena tuntutan pekerjaan.
Apalagi ia harus menempuh rute harian sejauh 40 kilometer dari Candipuro hingga ke Tempursari.
“Sebetulnya ngeri lewat sini, beberapa kali hampir selip ban sepeda saya. Tapi sejak kondisi seperti ini semakin banyak permintaan kirim paket, dan ini jalur satu-satunya,” pungkasnya.(mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















