Zona Merah Semeru Lumajang Dihuni Warga, BNPB Siapkan Relokasi Jarak Dekat

- Penulis Berita

Thursday, 27 November 2025 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB saat meninjau lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru didampingi Bupati Lumajang

Kepala BNPB saat meninjau lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru didampingi Bupati Lumajang

​Lumajang, Satu Detik – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan bahwa masalah utama penanganan erupsi Gunung Semeru di Lumajang kali ini, yakni masih adanya warga yang tinggal di zona merah bahaya.

Hal itu ia soroti saat meninjau Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

​Suharyanto mengingatkan, Semeru telah menunjukkan siklus erupsi berulang, sejak tahun 2020 hingga 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erupsi terakhir pada. Rabu (19/11/2025) lalu, menyebabkan kerusakan parah. Khususnya di Dusun Sumbersari dan Gumukmas Desa Supiturang.

​Ia menekankan, warga yang paling terdampak merupakan kelompok yang menolak relokasi pada tahun 2021.

​”Mereka kembali ke zona rawan karena alasan jarak dan kebutuhan mencari nafkah. Ini adalah dilema yang harus segera diselesaikan,” ujar Suharyanto pada Selasa (25/11/2025).

BNPB kini menyiapkan skema relokasi baru untuk menjawab penolakan warga untuk pindah.

Relokasi akan dilakukan ke lokasi yang aman, namun tetap berdekatan dengan Dusun Sumbersari dan Gumukmas.

​”Ini adalah solusi yang disesuaikan dengan permintaan masyarakat. Tujuannya untuk melindungi keselamatan warga dari ancaman erupsi di masa depan,” jelasnya.

​Selain fokus relokasi, sekaligus memastikan perpanjangan masa tanggap darurat selama sepekan berjalan efektif, termasuk penanganan paska erupsi.

​”Saat siang, warga berupaya menyelamatkan barang, dan malamnya mereka kembali ke pengungsian demi keamanan,” tambahnya.

​BNPB berkomitmen penuh berkoordinasi dengan pemda dan semua unsur terkait untuk memastikan penanganan pasca-erupsi berjalan sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto.(mrus)

​Lumajang, Satu Detik – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan bahwa masalah utama penanganan erupsi Gunung Semeru di Lumajang kali ini, yakni masih adanya warga yang tinggal di zona merah bahaya.

Hal itu ia soroti saat meninjau Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

​Suharyanto mengingatkan, Semeru telah menunjukkan siklus erupsi berulang, sejak tahun 2020 hingga 2025.

Erupsi terakhir pada. Rabu (19/11/2025) lalu, menyebabkan kerusakan parah. Khususnya di Dusun Sumbersari dan Gumukmas Desa Supiturang.

​Ia menekankan, warga yang paling terdampak merupakan kelompok yang menolak relokasi pada tahun 2021.

​”Mereka kembali ke zona rawan karena alasan jarak dan kebutuhan mencari nafkah. Ini adalah dilema yang harus segera diselesaikan,” ujar Suharyanto pada Selasa (25/11/2025).

BNPB kini menyiapkan skema relokasi baru untuk menjawab penolakan warga untuk pindah.

Relokasi akan dilakukan ke lokasi yang aman, namun tetap berdekatan dengan Dusun Sumbersari dan Gumukmas.

​”Ini adalah solusi yang disesuaikan dengan permintaan masyarakat. Tujuannya untuk melindungi keselamatan warga dari ancaman erupsi di masa depan,” jelasnya.

​Selain fokus relokasi, sekaligus memastikan perpanjangan masa tanggap darurat selama sepekan berjalan efektif, termasuk penanganan paska erupsi.

​”Saat siang, warga berupaya menyelamatkan barang, dan malamnya mereka kembali ke pengungsian demi keamanan,” tambahnya.

​BNPB berkomitmen penuh berkoordinasi dengan pemda dan semua unsur terkait untuk memastikan penanganan pasca-erupsi berjalan sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto.(mrus)

Facebook Comments Box

Penulis : muachrus

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang
Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang
Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung
Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata
Lantik 98 PNS, Bupati Lumajang Tekankan Transformasi Budaya Kerja ASN yang Berorientasi Pelayanan
TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang
Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 15:03 WIB

Sinergi TNI dan Insan Pers, Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat Gelar Pembinaan Media Informasi Teritorial di Kodim 0821 Lumajang

Wednesday, 1 April 2026 - 14:52 WIB

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kunjungi Markas PWI Kabupaten Lumajang

Monday, 30 March 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Deteksi Dini, Pemkab Lumajang Tekan Risiko Penyakit Jantung

Monday, 30 March 2026 - 20:04 WIB

Tradisi Kupatan di Lumajang Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata

Saturday, 14 March 2026 - 04:03 WIB

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Saturday, 14 March 2026 - 03:41 WIB

Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang

Thursday, 26 February 2026 - 23:00 WIB

Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Thursday, 26 February 2026 - 04:23 WIB

Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Sekda Lumajang saat menyerahkan tali asih kepada PNS purna tugas

Uncategorized

Pemkab Lumajang Beri Penghargaan kepada 27 PNS Purna Tugas

Monday, 30 Mar 2026 - 20:00 WIB