Lumajang, Satu Detik – Mitigasi bencana di sekitar lereng Gunung Semeru Lumajang menghadapi masalah serius.
Dua unit sirine Early Warning System (EWS) dan delapan unit kamera CCTV milik BPBD Lumajang, rusak parah akibat sapuan erupsi Semeru pada Rabu (19/11/2025) lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, S.Sos, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut melumpuhkan sistem peringatan dini kepada seluruh warga di lokasi rawan bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Khususnya yang berada di Desa Sumberurip dan Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
”Masyarakat di wilayah rawan bencana tidak bisa menerima peringatan dini ketika terjadi erupsi atau lahar dingin. Ini mempersulit masyarakat untuk merespon cepat,” kata Nugroho, Senin (1/12/2025).
Selain EWS dan CCTV, satu unit pemancar radio komunikasi juga ikut hancur.
Saat ini, komunikasi dan pemantauan aktivitas Semeru hanya mengandalkan sambungan telepon seluler (HP) dari pos pantau kepada tim lapangan dan warga.
Kerusakan peralatan vital tersebut telah dilaporkan kepada Deputi 1 BNPB.
“Kerusakan alat EWS sudah dilaporkan langsung oleh Bupati Lumajang, asesmen kerusakan alat juga sudah dilakukan,” pungkasnya. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















