Lumajang, Satu Detik – Masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang resmi berakhir hari ini, Selasa (2/12/2025).
Menyusul penetapan tersebut, sekitar 240 pengungsi yang masih bertahan di posko SMP Negeri 02 Pronojiwo diminta segera beradaptasi dan meninggalkan lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa para pengungsi kini mulai diarahkan untuk menempati Hunian Tetap (Huntap) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi penyintas yang belum memiliki Huntap, BPBD mengimbau agar mereka beralih dan tinggal sementara di rumah kerabat atau saudaranya masing-masing.
”Perlahan-lahan kita arahkan supaya pindah dari posko, soalnya masa tanggap darurat sudah selesai,” ungkap Isnugroho, Selasa (2/12/2025).
Kendati demikian, Isnugroho menambahkan bahwa pengungsi masih diberi waktu maksimal tiga hari, untuk mengatur kepindahan mereka.
Fungsi posko pengungsian akan dikurangi secara bertahap seiring berjalannya masa transisi pemulihan selama 90 hari ke depan.
Selama masa transisi, BPBD memastikan bahwa bantuan untuk warga tetap disalurkan.
”Bantuan nanti kita kirim langsung ke rumah masing-masing di Huntap, yang numpang di rumah saudaranya kita beri bantuan juga,” pungkasnya.
Bantuan berupa suplai logistik dan sembako akan terus diberikan untuk keperluan sehari-hari, termasuk bagi mereka yang tinggal sementara di rumah kerabatnya. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















