Lumajang, Satu Detik – Upaya penanganan darurat tanggul di aliran Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, dipastikan meleset dari target penyelesaian yang ditetapkan pada 2 Desember 2025.
Meskipun progres pengerjaan telah mencapai 85%, tantangan di lapangan cukup menghambat penyelesaian tepat waktu.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Bondoyudo Baru, Ir. Prabowo, menjelaskan bahwa tanggul eksisting era Orde Baru rusak sepanjang 300 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan terjadi akibat tergerus material erupsi dan banjir lahar dingin Gunung Semeru.
Material lahar bahkan sempat meluber dan mencapai permukiman warga.
”Progres penanganan darurat kini sudah mencapai 85 persen, dan tanggul rusak sudah ditutup sementara,” ujar Prabowo, Senin (1/12/2025).
Fokus utama saat ini adalah untuk menuntaskan pembukaan alur sudetan sepanjang 500 meter, yang direncanakan memiliki lebar 15 meter dan kedalaman 10 meter.
Alur tersebut harus diperdalam agar mampu menghalau lahar dingin secara maksimal.
Kendala utama yang dihadapi petugas yaitu, keberadaan batu-batu besar di bagian hulu sungai, ditambah dengan kondisi material vulkanik lahar yang masih terlalu panas untuk dikerjakan alat berat.
”Belum bisa selesai besok (2 Desember), mungkin akan ada perpanjangan waktu. Alat berat yang beroperasi terhalang batu besar dan material vulkaniknya masih terlalu panas,” jelasnya.
Meski demikian, uji coba menunjukkan bahwa aliran lahar dingin sudah dapat mengalir lancar melalui alur baru tersebut.
Ke depan, tanggul akan diperkuat dengan pemasangan bronjong oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS).
“Sementara pengerukan alur terus dilakukan di bagian tengah, supaya lebih dalam lagi,” pungkasnya. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















