Lumajang, Satu Detik – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang semakin memantapkan posisinya bukan sekadar lembaga penyalur zakat.
Baznas Lumajang kini instansi garda terdepan dalam mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui lima pilar utama, takni Taqwa, Cerdas, Sehat, Peduli, dan Makmur, BAZNAS Lumajang berupaya menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial di wilayahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua BAZNAS Lumajang, H. Pudjiardi, SH, menyampaikan, kematangan lembaganya itu semakin teruji dalam pengelolaan dana kemanusiaan skala besar.
Salah satu capaian signifikannya adalah manajemen donasi senilai Rp 50 miliar selama masa erupsi Semeru periode 2020–2022.
Dana tersebut diwujudkan berupa Hunian Sementara (Huntara) serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penyintas.
”Hadirnya BAZNAS adalah untuk menunjang kebutuhan vital masyarakat, mulai dari dukungan infrastruktur hingga sandang dan pangan di wilayah terdampak,” jelas Pudjiardi
Memasuki awal tahun 2026, fokus BAZNAS kini tertuju pada ancaman hidrometeorologi. Skema bantuan logistik cepat tanggap telah disiapkan, berkaca pada penanganan banjir di Kecamatan Rowokangkung tahun-tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Baznas mampu mendistribusikan 1.000 paket makanan dan minuman siap saji dalam waktu singkat bagi warga terdampak di Desa Sidorejo dan sekitarnya.
Kecepatan distribusi ini menjadi standar operasional yang terus diperkuat untuk meminimalisir dampak sosial bencana.
Di sisi lain, pemberdayaan sektor pendidikan dan ekonomi tetap menjadi prioritas berkelanjutan. BAZNAS secara konsisten bersinergi dengan program pemerintah daerah, seperti inisiatif “Setor Madu”.
Ratusan tas sekolah dan ribuan pasang sepatu telah disalurkan bagi siswa prasejahtera, termasuk mereka yang berada di pelosok Pronojiwo dan Supiturang.
Lebih jauh, Pudjiardi menyebut, intervensi BAZNAS telah merambah pada aspek kemandirian ekonomi melalui program pemberdayaan UMKM, seperti proyek penggembalaan kambing, pemberian beasiswa, hingga renovasi rumah melalui program bedah rumah.
”Kami ingin menyentuh akar persoalan masyarakat. Tidak hanya fisik, tapi juga penguatan ekonomi dan pendidikan,” pungkasnya. (mrus)
Penulis : muacrus
Editor : Mujibul Choir

















