Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Job Fair bertempat di pemandian alam Selokambang, Kecamatan Sumbersuko pada 11 Oktober 2025 lalu, hanya 880 pencari kerja yang mendaftar.
Padahal bursa kerja yang berlangsung sehari itu menelan anggaran sebesar Rp 47 juta yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang, Subechan, SE, MM, menuturkan, dari 880 orang pencari kerja yang terdaftar, tercatat hanya 192 orang yang diterima kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencari kerja yang diterima saat ini masih dalam proses penempatan kerja disejumlah perusahaan.
Dalam job fair ini, pihaknya mengajak 15 perusahaan besar dan 5 perusahaan simpatisan dengan menawarkan total lowongan kerja sebanyak 1.676 posisi.
“Ada 192 pelamar yang lolos, padahal target kita ada 100,” ungkap Subechan, Selasa (13/1/2026).
Realita di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan yang lebar antara ketersediaan lowongan kerja dengan kualifikasi pelamar kerja.
Subechan juga menjelaskan, tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lumajang itu dipicu oleh tidak seimbangnya jumlah angkatan kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia.
Juga masalah kuantitas, kualitas tenaga kerja menjadi rapor merah yang perlu dibenahi.
Juga diperparah dengan penyebaran informasi lowongan kerja dari penyedia yang belum seimbang, sehingga banyak posisi strategis justru tidak terisi. (mrus)
Penulis : Muachrus
Editor : Mujibul Choir

















