Lumajang, Satu Detik – Penyelidikan kasus dugaan peluru nyasar yang mengenai seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lumajang hingga kini belum menemukan titik terang.
Hingga tujuh hari pascakejadian, polisi belum mengumumkan jenis maupun asal benda asing yang diduga peluru dan bersarang di paha kiri korban.
Padahal, siswi berinisial NS tersebut telah menjalani operasi pengangkatan benda asing di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang pada Rabu (4/2/2026), sesaat setelah peristiwa terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya diberitakan, NS mengalami luka diduga akibat peluru nyasar saat sedang bermain bersama tiga temannya pada jam istirahat sekolah.
Peristiwa itu terjadi di depan ruang kelas lantai dua MTsN Lumajang. Korban tiba-tiba merasakan nyeri hebat di paha bagian dalam sebelah kiri yang disertai keluarnya darah.
Polisi masih mendalami penyebab dan motif peristiwa tersebut. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait jenis peluru, senjata yang digunakan, maupun arah tembakan.
Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno enggan memberikan keterangan saat ditemui wartawan usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.
Ia langsung meninggalkan lokasi dan hanya mengatakan, “Ke Kasi Humas saja,” sambil memberi isyarat permohonan dengan kedua tangan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, polisi belum dapat memastikan jenis peluru maupun senjata yang melukai siswi tersebut karena masih menunggu hasil uji balistik.
“Sementara belum kita pastikan, karena nantinya harus melalui uji. Kita tidak bisa menyampaikan ini bentuknya apa, dari senjata apa, kalau tidak melalui uji balistik,” ujar Suprapto.
Menurutnya, hingga hampir sepekan pascakejadian, polisi juga belum mengetahui arah datangnya tembakan.
Berdasarkan keterangan sementara, hanya terdengar suara letusan sebelum korban merasakan sakit.
“Kalau di TKP itu kan posisinya di atas, di lantai dua. Tidak tahu dari mana arahnya. Yang diketahui hanya ada suara tembakan, kemudian ada yang merasakan sakit di paha kiri,” katanya.
Terkait hasil visum dari RSUD dr. Haryoto Lumajang, Suprapto mengaku pihaknya belum menerimanya.
“Untuk hasil visum juga belum kita terima dari pihak rumah sakit,” ujarnya.
Penyelidikan kasus tersebut masih terus dilakukan oleh kepolisian.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















