Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang maksimalkan dukungan dan fasilitasi layanan operasi katarak gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pelayanan kesehatan mata dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak di tengah tingginya jumlah warga yang menunggu penanganan.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma mengatakan, kegiatan bakti sosial kesehatan, khususnya operasi katarak gratis, sangat membantu pemerintah menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu disampaikan saat menghadiri bakti sosial kesehatan di Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI) Lumajang, Kamis (12/2/2026).
“Karena memang masyarakat Lumajang masih sangat membutuhkan bantuan sosial seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Ke depan, tentu akan kami fasilitasi lebih maksimal lagi,” ujar Yudha, yang akrab disapa Mas Yudha.
Menurutnya, katarak bukan sekadar persoalan medis. Gangguan penglihatan akibat katarak berdampak langsung pada produktivitas, kemandirian, hingga kesejahteraan sosial warga.
Tidak sedikit penderita yang masih berada pada usia produktif, tetapi aktivitasnya terganggu karena keterbatasan penglihatan.
Selain operasi katarak, Pemkab Lumajang juga memberi perhatian pada kesehatan mata anak-anak, serta memberikan kacamata gratis bagi yang membutuhkan guna mencegah gangguan penglihatan sejak dini.
“Anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan mata juga akan kami fasilitasi. Apabila dibutuhkan kacamata, akan kami berikan. Sedangkan untuk yang katarak, akan kami fasilitasi penanganannya di RSUD,” katanya.
Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat sekitar 900 warga penderita katarak masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Kepala Dinkes P2KB Lumajang, dr Rosyidah menyebutkan, tingginya antrean dipengaruhi keterbatasan tenaga medis.
Saat ini RSUD dr. Haryoto memiliki tiga dokter spesialis mata. Berdasarkan ketentuan BPJS Kesehatan, masing-masing dokter menangani maksimal 10 pasien katarak per hari.
“Antrean di rumah sakit untuk pasien katarak ada 900 orang, ini yang suspek dan menunggu penanganan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan penanganan katarak di Lumajang dapat dipercepat sehingga warga terdampak gangguan penglihatan kembali produktif dan mandiri.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : MJ Choir

















