Lumajang, Satu Detik – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (6/4/2026).
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, aktivitas erupsi terjadi sebanyak enam kali dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 09.00 WIB.
Petugas PPGA Semeru, Liswanto, menyampaikan bahwa seluruh letusan dapat teramati secara visual dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 300 hingga 1.100 meter di atas puncak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 6 April 2026 pukul 06.51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.100 meter di atas puncak,” ujar Liswanto dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dampak yang ditimbulkan akibat erupsi tersebut.
Meski demikian, Isnugroho mengingatkan potensi hujan abu vulkanik yang dapat terjadi di wilayah sekitar Kecamatan Pronojiwo.
Hal ini dipengaruhi oleh arah angin yang saat erupsi berlangsung bertiup ke arah selatan.
“Laporan dampak sementara nihil, belum ada laporan yang masuk, tetapi jika arah angin mengarah ke barat, kemungkinan hujan abu terjadi di sekitar Pronojiwo,” katanya.
Ia menambahkan, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Dengan intensitas letusan yang masih cukup tinggi, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.
Selain hujan abu, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan lereng gunung.
Material vulkanik yang menumpuk akibat aktivitas erupsi berpotensi terbawa aliran air.
“Secara jumlah letusan memang masih tinggi. Ini bisa memicu banjir lahar yang membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung,” ujar Isnugroho.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar.
Selain itu, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.
Imbauan ini semakin penting mengingat kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan lebat dalam beberapa waktu terakhir.(har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Teguh Ekaja

















