Lumajang, Satu Detik — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang tidak hanya positif secara angka, tetapi juga semakin terasa dampaknya di kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pemulihan pascapandemi yang sempat menekan ekonomi kini bertransformasi menjadi fase ekspansi yang lebih stabil dan inklusif.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan bahwa perekonomian daerah mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 2024, ekonomi Lumajang tumbuh sebesar 4,52 persen, lalu meningkat menjadi 5,35 persen pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan daya tahan ekonomi lokal sekaligus efektivitas kebijakan pembangunan daerah.
Pemulihan Pascapandemi hingga Fase Ekspansi
Jika ditarik ke belakang, Lumajang sempat mengalami kontraksi ekonomi cukup dalam pada 2020, yakni minus 2,79 persen, dampak langsung dari pandemi global.
Namun, sejak 2021, tren pemulihan berlangsung konsisten:
– 2021: tumbuh 3,14 persen
– 2022: naik menjadi 4,61 persen
– 2023: stabil di 4,43 persen
– 2024: kembali meningkat ke 4,52 persen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lumajang tahun 2024 mencapai Rp43,06 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp25,93 triliun atas dasar harga konstan.
Angka ini menegaskan bahwa pertumbuhan yang terjadi bukan sekadar inflasi, melainkan peningkatan aktivitas ekonomi riil.
Menariknya, capaian ini juga berada di jalur yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 4,93 persen pada tahun yang sama.(Yon).
Penulis : Yoni Kristianto
Editor : Teguh Ekaja
















