Evaluasi Program Pemanah Pemula, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Terapkan Standar ‘World Archery’

- Penulis Berita

Monday, 17 February 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

juri saat memberikan nilai

juri saat memberikan nilai

Lumajang, Satu Detik – Klub panahan modern di Kabupaten Lumajang, Dzunnurain Archery (DA) menggelar evaluasi program pemanah pemula di Lapangan Panahan Terpadu, Jalan Lingkar Timur (JLT) Minggu (16/2/2025).

Evaluasi ini diikuti oleh lebih dari 50 pemanah pemula di klub yang berdiri sejak 2016 lalu.

Kegiatan yang digelar kali pertama sejak masa pandemi Covid 19 itu memakai standar evaluasi sesuai dengan yang ditetapkan ‘World Archery’.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada enam level atlet pemanah pemula yang dievaluasi pada kegiatan tersebut. Keenam level mulai dari Pre Feather, Red Feather, Gold Feather, White Arrow, Black Arrow dan Red Arrow.

Peserta evaluasi sudah mulai berdatangan sebelum pukul 07:00 WIB. Beberapa peserta belum diperbolehkan untuk melakukan instalasi alat karena masuk dalam bagian penilaian.

Begitu seluruh peserta datang, Ketua Program, Arief Kurniawan yang juga sebagai pelatih kepala klub memberikan pengarahan terkait kegiatan evaluasi ini.

“Ada sejumlah aspek penilaian dalam evaluasi ini. Tidak hanya soal skor dan skill memanah saja, tetapi juga etika. Dan soal adab dan etika memanah, itu yang kami utamakan,” ungkap pelatih yang berhasil membawa klub DA menjadi juara umum di Gladi Panahan Junior 2 di Yogyakarta, tahun lalu.

Arief mengatakan panahan ini merupakan olahraga yang menggunakan anak panah sebagai salah satu alatnya dan merupakan kategori senjata tajam.

Alumnus SMAN 2 Lumajang dan Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini memberikan contoh-contoh kecil yang terkadang diabaikan, seperti alat panahan harus dibongkar pasang di tempat latihan.

“Terkadang kita masih melihat ada atlet yang menenteng busur yang sudah terpasang ke tempat latihan. Kadang disertai anak panahnya di Quiver (tempat anak panah). Kita tidak menghendaki pemandangan yang demikian ada du Lumajang,” tambahnya.

Arief juga menekankan soal safety dalam berpanah. Seperti bagaimana ketika atlet berada di garis tembak, dan pada saat yang bersamaan masih ada orang yang lalu lalang, di area pukul sepuluh hingga pukul dua. Soal-soal ini sedari dini sudah tampak diajarkan.

Arief mengatakan banyak etika dan adab lainnya yang diajarkan sejak peserta baru mulai mengenal panahan.

Evaluasi ini juga dilakukan untuk mengklasifikasikan atlet sesuai dengan kemampuannya. Dengan mengikuti evaluasi program pemanah pemula ini, Arief berharap para atlet bisa menyesuaikan diri ketika mengikuti lomba dimanapun.

“Nantinya menjadi patokan untuk turun di turnamen-turnamen di Indonesia. Kita memakai standar World Archery. Mau ikut lomba panahan di belahan dunia manapun, mereka tetap mengetahui aturannya,” jelasnya.

Klub Dzunnurain Archery berdiri sejak 2016 lalu. Markas klub ini berada Lapangan Panahan Terpadu di Jalur Lingkar Timur Lumajang.

Dengan jumlah anggota lebih dari 100 orang ini, Klub DA sudah menorehkan sejumlah pretasi yang membanggakan nama Lumajang dan Jawa Timur. Baru-baru ini, sejumlah atlet pemula klub ini berhasil meraih emas di Grand Prix di Ciracas Jakarta. (yon/cho)

Facebook Comments Box

Penulis : Yoni Kristiono

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar
PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten
PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni
DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah
DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Berita Terkait

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Monday, 9 February 2026 - 23:22 WIB

PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni

Tuesday, 3 February 2026 - 23:07 WIB

DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Tuesday, 3 February 2026 - 23:00 WIB

DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Tuesday, 3 February 2026 - 05:11 WIB

Bawa Puluhan Gram Sabu, 2 Pria Pengendara Mobil Calya Diciduk Polisi di Jalur Trans Kalimantan

Berita Terbaru

Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH

Daerah

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 Feb 2026 - 21:58 WIB

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lumajang

Uncategorized

Kades dan Perangkat Desa di Lumajang Belum Terima Gaji Dua Bulan

Monday, 9 Feb 2026 - 23:35 WIB