Lumajang, Satu Detik – Dalam beberapa tahun terakhir berbagai polemik dan konflik dalam pengelolaan kepariwisataan di Lumajang menjadi perhatian publik. Diantaranya karena adanya pengelolaan yang kurang maksimal.
Akhir-akhir ini yang terus menjadi polemik dan belum terselesaikan adalah terkait destinasi wisata air terjun Tumpak Sewu dan Grojogan Sewu yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Akibat masalah yang berkepanjangan itu, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.S,i telah mengambil keputusan. Bupati menutup destinasi Grojogan Sewu per 9 Maret 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian untuk Tumpak Sewu, pengelolaannya akan didampingi oleh pihak Pemkab Lumajang. Hal ini dilakukan karena konflik pengelolaan wisata tersebut tak kunjung selesai.
Dikatakan oleh Bunda Indah, langkah itu diambil sebagai upaya mencegah polemik berkepanjangan ditengah tengah masyarakat, dan menciptakan keamanan, ketertiban, serta meningkatkan tata kelolah kepariwisataan yang berkelanjutan.
“Penutupan kami lakukan demi keamanan pengunjung, dan bertujuan untuk menata ulang sistem dan manajemen dalam pengelolaan wisata, agar kedepan regulasi yang berlaku dapat dipatuhi,” katanya
Penutupan sementara itu, selain berdasarkan Surat Nomor 500.13/SD/427.12/2025 juga Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/296/427.12/2022 terkait sapu bersih pungutan liar menjadi dasar dari kebijakan penutupan dua destinasi wisata tersebut.
“Jika dalam sebuah kawasan wisata yang tertata dengan baik dan bebas dari praktik pungutan liar, dengan sendirinya akan memberi rasa nyaman dan memberi daya tarik kepada wisatawan maupun masyarakat,” ujar Bunda Indah.
Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen, bahwa destinasi wisata alam yang ada di Lumajang ini tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, akan tetapi juga meningkatkan tata kelola dengan standar yang baik dan profesional demi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Oleh karenanya, bagi para pengunjung dan wisatawan, selama penutupan diharapkan untuk bersabar menunggu hasil evaluasi dan pengelolaan dari pemerintah, agar kedepan destinasi wisata alam di Lumajang menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (budie)
Penulis : Budianto
Editor : Mujibul Choir

















