Pemkab Lumajang Target Tekan Angka Stunting hingga 18 Persen di Akhir 2025

- Penulis Berita

Thursday, 12 June 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si

Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si

Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat penurunan signifikan angka stunting pada 2025. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting turun dari 29,9 persen pada 2024 menjadi 23,4 persen pada 2025.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyebut penurunan ini sebagai hasil kerja keras lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat di tingkat akar rumput.

“Target kami jelas, angka stunting harus terus turun hingga menyentuh 18 persen. Ini bukan sekadar program, tapi perang melawan ketimpangan gizi dan masa depan generasi kita,” ujar Indah saat ditemui di Kantor Bupati, Kamis (12/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, stunting tidak hanya persoalan kesehatan, melainkan juga mencerminkan ketimpangan sosial dan lemahnya sistem intervensi masa lalu. Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat pemerintahan, mulai dari kabupaten hingga RT/RW, untuk ikut terlibat secara aktif.

“Saya tidak ingin melihat satu pun anak Lumajang tumbuh tanpa potensi maksimal hanya karena lalai menjaga gizi sejak dini. Ini tanggung jawab kita semua,” katanya.

Pemkab Lumajang, lanjutnya, menjadikan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan komunitas. Posyandu dinilai tidak sekadar sebagai tempat penimbangan bayi dan pemberian vitamin, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting secara dini.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya kondisi anak, tapi juga ibu, asupan gizi, dan lingkungan keluarganya. Dan yang terpenting, setiap kasus harus dicatat dan dilaporkan. Tidak boleh ada yang luput dari pengawasan,” tegasnya.

Sebagai upaya memperkuat akses layanan dasar, Pemkab Lumajang juga memastikan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas diberikan secara gratis.

Namun, Bupati Indah menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan pendekatan multidimensi yang mencakup edukasi gizi di sekolah, penyediaan air bersih, sanitasi layak, serta penguatan ekonomi keluarga.

“Kalau kita hanya bergerak di satu sisi, hasilnya akan lambat. Kita perlu gebrakan. Dan saya pastikan, di Lumajang tidak akan ada kompromi dalam urusan masa depan anak-anak,” katanya.

Pemerintah daerah juga menggandeng tokoh agama, pemuda, kader PKK, dan relawan lokal dalam gerakan bersama melawan stunting. Gerakan ini, menurut Bupati, harus menjadi kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.

“Stunting itu tidak terlihat sekarang, tapi bahayanya jangka panjang. Kita sedang mempertaruhkan kualitas sumber daya manusia 10–20 tahun ke depan. Jika gagal sekarang, kita kehilangan satu generasi,” ujarnya.

Pemkab Lumajang optimistis prevalensi stunting akan terus menurun seiring dengan perubahan perilaku dan meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Ini bukan hanya soal statistik. Ini soal masa depan anak-anak kita. Dan saya tidak akan berhenti sampai setiap anak Lumajang bisa tumbuh sehat, cerdas, dan layak bersaing di dunia,” pungkas Indah. (Hari)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : MJ Choir

Berita Terkait

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar
PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten
PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni
DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah
DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Berita Terkait

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Monday, 9 February 2026 - 23:22 WIB

PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni

Tuesday, 3 February 2026 - 23:07 WIB

DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Tuesday, 3 February 2026 - 23:00 WIB

DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Tuesday, 3 February 2026 - 05:11 WIB

Bawa Puluhan Gram Sabu, 2 Pria Pengendara Mobil Calya Diciduk Polisi di Jalur Trans Kalimantan

Berita Terbaru

Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH

Daerah

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 Feb 2026 - 21:58 WIB

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lumajang

Uncategorized

Kades dan Perangkat Desa di Lumajang Belum Terima Gaji Dua Bulan

Monday, 9 Feb 2026 - 23:35 WIB