Pemkab Lumajang Bangun Sistem Pemantauan Harga Real Time untuk Kendalikan Inflasi

- Penulis Berita

Thursday, 26 June 2025 - 02:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Lumajang foto bersama diacara Integrasi upaya pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok

Sekda Lumajang foto bersama diacara Integrasi upaya pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok

Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah melalui transformasi sistem pengelolaan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Upaya ini ditandai dengan pengembangan dashboard pemantauan harga secara real time, sebagai bagian dari integrasi data stok, distribusi, dan dinamika harga pangan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, dalam agenda bertajuk “Integrasi Upaya Pengendalian Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok” yang digelar di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, Rabu (25/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Inflasi yang tidak terkendali menyentuh daya beli, distribusi logistik, hingga stabilitas sosial. Kita tidak bisa terus bersikap reaktif. Harus dibangun sistem proaktif berbasis data,” tegas Agus.

Menurutnya, pengendalian inflasi bukan sekadar soal stabilitas ekonomi, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, Pemkab Lumajang menginisiasi pendekatan baru yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Muhammad Ridha, menjelaskan bahwa sistem digital ini akan menggantikan laporan manual yang selama ini menjadi kendala utama dalam respons kebijakan.

“Kami tak bisa lagi bergantung pada laporan manual. Sistem digital ini akan memungkinkan tindakan lebih cepat, tepat, dan berdampak langsung pada kestabilan harga di pasar,” ujarnya.

Dashboard pemantauan yang dirancang itu akan memperkuat sinergi antar-organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, distributor, hingga petani lokal sebagai bagian dari rantai pasok pangan di Lumajang.

Transformasi ini diharapkan tidak hanya menjaga inflasi tetap terkendali, tetapi juga menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem ekonomi daerah yang adaptif, tangguh, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(Hari)

Facebook Comments Box

Penulis : Hariyanto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang
Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru
Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi
Pemkab Lumajang dan Baznas Santuni 1.000 Anak Yatim di Pendopo Arya Wiraraja
Pemkab Lumajang Percepat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Unggulan dan Digitalisasi
Wajah Baru Ramadan di Lumajang, Alun-Alun Jadi Ruang Belajar dan Penguatan Spiritual
Jelang Ramadan Tiba, Harga Bahan Pokok di Lumajang Masih Stabil
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 14 March 2026 - 04:03 WIB

TNI AD Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Saturday, 14 March 2026 - 03:41 WIB

Perhutani KPH Probolinggo Lakukan Pengukuran Lahan untuk Rencana Pengembangan KDMP di Lumajang

Thursday, 26 February 2026 - 23:00 WIB

Pemkab Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Thursday, 26 February 2026 - 04:23 WIB

Sopir Truk Oleng di Jalan Nasional Lumajang–Probolinggo Diamankan Polisi

Wednesday, 25 February 2026 - 19:11 WIB

Pemkab Lumajang dan Baznas Santuni 1.000 Anak Yatim di Pendopo Arya Wiraraja

Tuesday, 24 February 2026 - 20:09 WIB

Pemkab Lumajang Percepat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Unggulan dan Digitalisasi

Monday, 23 February 2026 - 23:39 WIB

Wajah Baru Ramadan di Lumajang, Alun-Alun Jadi Ruang Belajar dan Penguatan Spiritual

Saturday, 14 February 2026 - 12:30 WIB

Jelang Ramadan Tiba, Harga Bahan Pokok di Lumajang Masih Stabil

Berita Terbaru