Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk mengembalikan identitas daerah sebagai Kota Pisang dengan menjadikan komoditas tersebut sebagai pilar ekonomi rakyat.
Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat memimpin kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) di UPT Balai Penyuluhan Pertanian Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Rabu (6/8/202Kita
.
Kita pernah dikenal sebagai Kota Pisang. Itu bukan sekadar simbol, melainkan identitas dan kekuatan ekonomi rakyat. Saatnya kita rebut kembali kejayaan itu dengan kerja keras dan kolaborasi nyata,” tegas Bunda Indah.
Menurutnya, Lumajang memiliki potensi besar dalam sektor pisang, baik dari sisi iklim, tanah, maupun kearifan lokal dalam budidaya. Namun, potensi tersebut belum dikelola optimal, mulai dari hulu hingga hilir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kualitas pisang kita sangat baik dan bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional. Tapi kita butuh strategi dan sistem yang kuat agar hasilnya memberi nilai tambah bagi petani,” ujarnya.
Bunda Indah mendorong terbentuknya ekosistem pertanian pisang terpadu yang melibatkan petani, penyuluh, UMKM, hingga lembaga keuangan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani seperti kelompok tani dan koperasi.
“Kita jangan hanya menjual dalam bentuk tandan. Kita bisa masuk ke industri olahan seperti keripik, tepung, atau pisang kemasan siap saji. Nilainya bisa berlipat ganda,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian dengan pendekatan modern berbasis teknologi dan inovasi.
“Petani hari ini bisa pakai drone, digital marketplace, bahkan punya merek sendiri. Anak-anak muda Lumajang harus jadi pelopor kebangkitan pertanian,” serunya.
Pemkab Lumajang akan mendukung melalui pelatihan, akses permodalan, dan perluasan pasar bagi produk pertanian lokal.
Program ini mendapat sambutan positif dari para petani dan penyuluh yang berharap adanya pendampingan berkelanjutan.
Sejumlah kelompok tani telah memulai inisiatif seperti pembangunan sentra pembibitan dan jaringan distribusi antarkecamatan.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Lumajang untuk memperkuat sektor pangan lokal sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.
“Ini soal harga diri daerah juga. Kota Pisang bukan kenangan, tapi masa depan yang sedang kita bangun kembali bersama,” pungkas Bunda Indah.(Hari)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















