Lumajang, Satu Detik – Proyek perbaikan Jembatan Kalipancing di Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menuai sorotan.
Setelah lebih dari satu bulan pengerjaan, perbaikan jembatan tersebut dilaporkan berjalan lamban dan belum menunjukkan tanda-tanda rampung.
Kondisi itu memicu keluhan dari para pengguna jalan, terutama para sopir angkutan pasir yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka mengeluhkan kemacetan dan potensi bahaya yang mengintai, akibat durasi pengerjaan yang tidak pasti.
Samsudin, seorang sopir truk pasir asal Sumbersuko, mengungkapkan, perbaikan jembatan dimulai sejak pertengahan September lalu.
Namun, hingga saat ini, ia menilai prosesnya tidak progresif.
”Masih diperbaiki, kelihatannya masih lama sekali, selalu bikin macet. Mungkin karena jumlah pekerjanya sedikit dan metode pengerjaannya masih manual,” ujar Samsudin, Senin (27/10/2025).
Kemacetan disebut-sebut paling parah terjadi pada sore hari, saat volume kendaraan memuncak.
Keluhan serupa disampaikan oleh Rohim, sopir truk lain yang berasal dari Padang. Ia menekankan bahwa lambannya pekerjaan tersebut tidak hanya merugikan secara waktu, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurut Rohim, kondisi jembatan yang sempit dan minim penerangan pada malam hari menjadi ancaman serius bagi pengendara.
”Bagaimana mau cepat selesai kalau pengerjaannya hanya mengandalkan tenaga manual terus-menerus. Jika pengendara kurang hati-hati, risiko kecelakaan dan jatuh sangat tinggi. Kami berharap dinas terkait lebih memperhatikan dan mempercepat proses pengerjaannya,” tandasnya. (mrus)
Penulis : muachrus
Editor : Mujibul Choir

















