Gunung Semeru Lumajang Erupsi 151 Kali Selama Januari 2026, Status Masih Waspada

- Penulis Berita

Tuesday, 20 January 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Gunung Semeru

Penampakan Gunung Semeru

Lumajang, Satu Detik – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, masih berada pada level Waspada dan mengkhawatirkan.

Sepanjang Januari 2026, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sedikitnya ada 151 kali letusan.

Kondisi itu menandakan tekanan magma di perut gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut belum mereda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terbaru, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 1 kilometer dari puncak.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa, tingginya frekuensi letusan dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh meningkatnya aktivitas kegempaan di dalam tubuh Gunung Semeru.

Berdasarkan laporan PVMBG, terdeteksi adanya dorongan magma dari kedalaman menuju permukaan.

“Jadi memang dalam laporan PVMBG itu terdapat tremor harmonik, tremor dalam, lalu ada kegempaan di dalam gunung,” jelas Isnugroho, Selasa (20/1/2026).

Tekanan internal itulah yang menyebabkan Gunung Semeru terus mengalami erupsi secara berulang, meski sebagian besar masih berskala kecil hingga sedang.

Menariknya, BPBD menilai, letusan kecil yang sering terjadi justru menjadi indikator penting bagi pelepasan energi gunung api.

“Yang paling kita takutkan itu ketika Semeru tidak mengeluarkan letusan kecil. Artinya dia menyimpan tenaga semakin besar, dan itu berpotensi memicu ledakan yang lebih dahsyat,” tegasnya.

Menurutnya, akumulasi tekanan tanpa pelepasan energi bisa meningkatkan risiko erupsi yang eksplosif.

Dampaknya, tentu jauh lebih luas dan berbahaya bagi masyarakat di sekitar lereng gunung.

Selain erupsi, ancaman lain yang harus diwaspadai adalah banjir lahar. Terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Material vulkanik yang menumpuk di puncak dan lereng, berpotensi terbawa aliran air hujan menuju sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

“Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak,” jelentrehnya. (yon)

Facebook Comments Box

Penulis : Yoni Kristianto

Editor : Mujibul Choir

Berita Terkait

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap
Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib
Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu
Satlantas Polres Lumajang Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Minak Koncar
PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten
PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni
DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah
DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 10 February 2026 - 21:58 WIB

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 February 2026 - 21:55 WIB

Satlantas Polres Lumajang Bagikan Bunga dan Cokelat kepada Pengendara Tertib

Tuesday, 10 February 2026 - 21:51 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Fasilitas Kesehatan Tidak Menolak Pasien Tidak Mampu

Monday, 9 February 2026 - 23:25 WIB

PWI Lumajang Dorong Peningkatan UKW, Baru 30 Persen Wartawan yang Kompeten

Monday, 9 February 2026 - 23:22 WIB

PWI Tegaskan, HPN 2026 di Lumajang Bukan Sekadar Seremoni

Tuesday, 3 February 2026 - 23:07 WIB

DPRD Lumajang Soroti Pembenahan Sarpras Pendidikan dan Kebijakan Regrouping Sekolah

Tuesday, 3 February 2026 - 23:00 WIB

DPRD Lumajang Soroti Ketidakjelasan Status Sekolah Swasta yang Layak Dinegerikan

Tuesday, 3 February 2026 - 05:11 WIB

Bawa Puluhan Gram Sabu, 2 Pria Pengendara Mobil Calya Diciduk Polisi di Jalur Trans Kalimantan

Berita Terbaru

Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH

Daerah

Kasus Peluru Nyasar di MTsN Lumajang Belum Terungkap

Tuesday, 10 Feb 2026 - 21:58 WIB

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lumajang

Uncategorized

Kades dan Perangkat Desa di Lumajang Belum Terima Gaji Dua Bulan

Monday, 9 Feb 2026 - 23:35 WIB