Lumajang, Satu Detik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat layanan ketenagakerjaan agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada 2026, Pemkab Lumajang menerapkan skema walk in interview sebagai bentuk fasilitasi penempatan tenaga kerja yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Skema walk in interview mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara langsung melalui proses wawancara di lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pola ini dinilai mampu mendekatkan akses rekrutmen, mempercepat proses seleksi, serta meningkatkan kecocokan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subechan, mengatakan bahwa walk in interview pada prinsipnya serupa dengan job fair, namun ada sedikit perbedaan.
“Pada prinsipnya hampir sama dengan job fair, yaitu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Bedanya, pelaksanaannya lebih fleksibel dan tidak harus menunggu agenda besar,” kata Subechan, Jum`at (30/1/2026).
Menurutnya, skema ini justru meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan karena jumlah peserta yang lebih terkontrol.
Dengan demikian, proses wawancara dapat berlangsung lebih fokus dan mendalam, tidak bersifat massal dan terburu-buru.
“Dengan skala yang lebih kecil, proses wawancara bisa lebih intensif. Perusahaan dan pencari kerja dapat berinteraksi lebih langsung,” ujarnya.
Dari sisi perusahaan, walk in interview memungkinkan proses seleksi awal dilakukan secara lebih optimal.
Perusahaan dapat menilai keterampilan teknis, kesiapan kerja, serta karakter calon tenaga kerja sejak tahap awal, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efisien.
Sementara bagi pencari kerja, skema ini memberikan pengalaman rekrutmen yang lebih terarah dan kondusif.
Peserta memiliki ruang untuk menjelaskan kompetensi dan potensi diri secara langsung kepada perusahaan.
Pelaksanaan walk in interview memanfaatkan aula Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang. Pemanfaatan fasilitas internal tersebut dinilai sejalan dengan upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Pemkab Lumajang berharap, penerapan walk in interview secara berkala dapat membuka akses kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran melalui penempatan tenaga kerja yang lebih presisi.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : MJ Choir

















