Lumajang, Satu Detik – Destinasi wisata unggulan berupa air terjun Tumpak Sewu, yang ada di lereng Gunung Semeru tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lumajang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat, pendapatan dari sektor wisata Tumpak Sewu mencapai sekitar Rp 150 juta per bulan di tahun 2025.
Dengan angka tersebut, kontribusi tahunan Tumpak Sewu terhadap kas daerah diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, capaian PAD tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya berkisar Rp 100 juta per bulan.
“Kenaikan pendapatan pajak wisata Tumpak Sewu dari sekitar Rp 100 juta menjadi Rp 150 juta per bulan,” ungkap Indah, Senin (9/2/2026).
Menurut Indah, lonjakan pendapatan tersebut merupakan hasil dari penataan sistem pengelolaan wisata, penguatan pengawasan, serta komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh aktivitas ekonomi di kawasan wisata tercatat dan memberikan kontribusi bagi daerah.
Ia menilai, pengelolaan potensi lokal di Kabupaten Lumajang, khususnya sektor pariwisata, kini semakin tertib dan transparan sehingga berdampak langsung terhadap keuangan daerah.
“Ketika potensi daerah dikelola dengan sistem yang jelas dan pengawasan yang konsisten, maka manfaat fiskalnya akan kembali ke masyarakat,” ujar Indah.
Indah menjelaskan, peningkatan pendapatan dari pajak wisata tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembiayaan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Ia menyebut, terbatasnya dana transfer dari pemerintah pusat mendorong daerah untuk mencari sumber pembiayaan alternatif.
“Situasinya memang saat ini pemerintah harus memutar otak bagaimana agar PAD meningkat karena dana transfer kita dipotong. Salah satu alternatifnya ya sektor wisata,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, pengelolaan Wisata Tumpak Sewu diarahkan pada prinsip keberlanjutan, tidak semata mengejar jumlah kunjungan.
Pemerintah daerah, berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Saat ini fasilitas penunjang wisata di Pronojiwo sudah semakin banyak. Ada homestay, rumah makan, hingga kendaraan wisata. Ini bukan hanya berkah untuk PAD, tetapi juga berkah bagi masyarakat Lumajang,” pungkasnya.(Har)
Penulis : Hariyanto
Editor : Mujibul Choir

















